/ life

Tentang Art Stage Jakarta 2017

One of the activity that I am not good at is drawing. Itu artinya banyak seniman dan jenis-jenis seni yang tidak saya pahami. Tapi melihat lukisan-lukisan yang tidak dimengerti tersebut memang menarik, apalagi harga lukisan-lukisan yang dipamerkan juga semakin membuat pikiran ini tidak memahaminya.

Tumben-tumbennya dua minggu terakhir bisa berkunjung di dua pameran, yaitu Art Jakarta 2017, yang bertempat di The Ritz Carlton Jakarta, Pacific Place akhir Juli 2017 dan Art Stage 2017 di Sheraton Grand, Gandaria City. Sebenarnya kalau sebagai pemerhati seni pasti sudah sering berkunjung pameran di Galeri Nasional atau mungkin sering melihat-lihat lukisan yang berada di galeri-galeri pribadi seniman yang tersebar di antero Jakarta.

Kalau saya sih sekarang lebih sering bilang: "Ih lucu..." ke lukisan, mendekat, kemudian foto atau dijadikan sebagai background foto. Yap, generasi milenial. Namun ada hal yang menarik ketika berkunjung ke Art Stage 2017 tanggal 11082017 lalu ini. Saya dan teman-teman saya berkunjung saat masih VIP Preview, artinya belum buka untuk publik. Peserta Art Stage 2017 ini adalah berbagai macam galeri yang tersebar di seluruh Indonesia dan dunia beserta dengan seluruh seniman-senimannya. Galeri yang tidak asing bagi saya adalah Ruci's Art Space, Edwin's Gallery, sisanya well, belum tahu. Nama senimannya jujur tidak saya perhatikan seksama. Ehe. Jangan dicontoh ya gaes.

kartu VIP Art Stage

Selama berkeliling di area pameran melihat dan memperhatikan para exhibitors bercengkerama dengan pengunjung-pengunjung yang memang pantas disebut sebagai VIP. Mereka saling kenal satu sama lain dan most of them dressed up. Mungkin sambil berdiskusi lukisan mana yang cocok untuk digantung di ruang tamu di rumah yang mana (karena punya rumahnya banyak, jadi diskusi juga rumah yang mana). Sungguh menarik memang melihat interaksi yang berbeda dari yang biasa kita lihat sehari-hari, maklum budak corporate a.k.a rakyat biasa sahaja. So, berikut oleh-oleh foto dari Art Stage 2017 (yang terkadang saya bingung, ini karya mereka boleh difoto atau tidak ya..) :

Reminder, next time when you come visit to an exhibition like this, please know the artists. So when you upload their arts, you can put their name on it, that's one of the way you appreciate their works.. Kalau ini jujur kelewat yaa jee..

The Crowd

Uncontrolled faces, boong ding emang mukanya begitu

Sekarang (atau saya yang norak baru tahu) ada fasilitas namanya boft.id, yang bisa nyetak foto langsung dari instagram kalian gaes... So gemas..

Next time mungkin kalau mengunjungi pameran lagi harus diperhatikan nama artisnya, supaya jika ingin posting di media sosial bisa dicantumkan namanya. Melihat-lihat art seperti ini bisa menjadi kegiatan tambahan kalian di akhir pekan bersama kekasih, selain hanya menonton film horor ataupun makan di tempat-tempat fancy. Seru loh diskusiin lukisan itu dari sudut pandang awam, bisa komentar sesuka hati. Tapi untuk sang cowok siap-siap menjadi instagram boyfriend lah yaa, yang disuruh motoin dengan pose-pose dan angle aestethique (mbuh gimana tulisannya).

Kata-kata terakhir: Bekerja keraslah, agar suatu saat dapat menjadi penikmat karya seni dan membeli, serta memasangnya di rumah masing-masing (actually bingung mau kasih penutup apa buat tulisan ini) ~~

PS: foto-foto diambil dengan kamera hp dan diedit dengan vsco, oyea

Brigitta Yolanda P. P.

Brigitta Yolanda P. P.

Not so talkative, but I try to write all my talks. Need coffee everyday and crazy about 'senja'. -b.yolanda28@gmail.com-

Read More