/ life

Beda Arah

I will start again with a question..
what is the saddest thing in the world?

Apakah itu kegagalan menggapai mimpi ketika dirimu sudah berusaha sedemikian rupa? Atau ketika kamu ketinggalan pesawat? Atau ketika kamu kehilangan dompet? Atau ketika kamu melihat film Hachiko?

Merasa tidak kesamaan dari hal-hal yang saya sebutkan di atas? Kalau dikorek lebih dalam lagi, kita bisa menemukan satu kata penting yaitu perpisahan atau bahasa manisnya waving goodbye, lebih manisnya farewell. Ada kata well-nya kan.
Perpisahan dengan mimpi yang kamu miliki dari awal dan dengan sekuat tenaga kamu harus mewujudkan mimpi lain, perpisahan dengan pesawat yang seharusnya bisa mengangkut kamu ke tempat tujuan, perpisahan dengan dompet kesayangan, dan melihat perpisahan antara Hachiko dan majikannya.

Yap, buat saya perpisahan merupakan hal paling menyedihkan yang pernah, sedang, dan akan dialami oleh setiap manusia. Manusia secara otomatis akan memiliki bermacam-macam ikatan dengan berbagai hal, dari luar maupun dari dalam diri sendiri. Tentu ikatan paling terasa ya, antara manusia dan manusia. Manusia mengalami pertemuan dan kemudian tercipta benang-benang kasat mata yang saling mengikat. Semakin sering koneksinya, akan semakin erat ikatan emosionalnya.

Apa jadinya ketika benang yang menyatukan kancing dan bajunya diputus tiba-tiba? Ambyar sih.. Begitulah jika manusia harus menghadapi sebuah perpisahan dengan orang terdekatnya, orang yang tanpa disadari ternyata memiliki pengaruh besar dalam hidupnya. Ambyar.

Mengingat berbagai memori yang pernah dibuat bersama senang maupun menyebalkan. Eh, kemudian teringat akan semakin sulit mendapatkan memori lagi dengan orang tersebut karena sebuah perpisahan. Apalagi jika pernah berbuat salah atau bisa lebih buruknya tidak membuat bangga yang bersangkutan. Padahal waktu tidak dapat diam di tempat. Tidak ada kesempatan lagi untuk memperbaiki semuanya.

Tapi, perpisahan bukanlah hal yang buruk.
Perpisahan tentunya diharapkan untuk membuat manusia-manusia yang pernah berhubungan tersebut memiliki kesempatan dan jalan yang lebih baik.
Bukan berarti terjadinya perpisahan membuat waktu juga berhenti.
Manusia sekali lagi harus bisa menjadi makhluk paling tangguh. Melanjutkan hidup tanpa seseorang yang pernah berarti dalam hidupnya. Mengambil semua pelajaran yang pernah didapatkan, mengingat semua kebaikannya.

Jadi, mulai ingat sekarang dengan orang-orang terdekat dalam hidup anda. Buat setiap detik itu berharga bersamanya. Karena tanpa disadari kita harus menghadapi sebuah perpisahan. Harus menjalani arah yang berbeda.
Jangan takut, karena suatu saat pasti masih dapat bertemu lagi.

-Brigitta (dan teman kerjanya), sedang masa-masa shock karena sebentar lagi akan seperti anak kehilangan induknya :'')

Brigitta Yolanda P. P.

Brigitta Yolanda P. P.

Not so talkative, but I try to write all my talks. Need coffee everyday and crazy about 'senja'. -b.yolanda28@gmail.com-

Read More