Namanya pergi liburan, sudah pasti harus didukung dengan adanya makanan yang enak di lokasi yang dikunjungi. Kali ini saya dan teman-teman saya pergi ke Bandung, Jawa Barat. Kota Kembang yang menurut saya pasti memberikan kenangan bagi segelintir anak muda, karena di kota ini juga banyak universitas terkenal yang menjadi tujuan untuk menempuh pendidikan. Kota yang tidak jauh dari DKI, namun memiliki hawa yang berbeda dari ibukota. Kota yang ternyata menawarkan begitu banyak makanan enak. Kebetulan liburan singkat kami (2 hari 2 malam) ini dipenuhi dengan makan saja. Baik datang langsung, maupun dengan bantuan teknologi, yaitu Go-Food. Well yeah, selamat datang di generasi yang inginnya mudah saja.. Berikut daftar makanan yang masuk ke perut kami selama di Bandung.

1. Roti Gempol

Sebuah toko roti terkenal yang umurnya juga sudah sedari dulu. Berhubung ini penulis sedang agak mager search alamat lengkapnya, silakan masukkan keyword Roti Gempol di Google Maps anda masing-masing, pasti langsung ketemu. Kebetulan juga penulis dan teman-temannya tidak berkunjung langsung ke tokonya padahal lokasinya hanya tinggal jalan 10 menit dari hotel. Jadi yang kami lakukan adalah Go-Food! Pilihan menu di Go-Food adalah roti manis (dengan krim kacang dan chocolate sprinkles), serta untuk roti asin isinya ada telur, keju, dan irisan daging. Hebatnya kami berempat memesan dengan porsi reriungan, 3 kotak! Maka datanglah setumpuk roti di hadapan kami. Honest review, menurut lidah saya rotinya kurang lembut walau isiannya enak. Saya lebih suka Roti Nougat BSD sih.. (coba search lagi Roti Nougat kalau di Jakarta, mantul). Mungkin kurang enak karena kami tidak makan langsung di sana kali ya.. Tidak ada feelnya. Well mungkin saja. Tapi ini boleh banget dicoba untuk kalian yang penasaran dengan toko roti terkenal seantero Bandung. Kalau kalian mengharapkan foto ala-ala food blogger, ya mohon maaf, beberapa tidak ada estetikanya ya...

Roti Gempol Reriungan

2. Tahu Bulat dan Cuanki

Cuma mau bilang kalau camilan ini kami makan pukul 03.00 pagi. Kebetulan teman saya habis jalan-jalan mencari minum dekat hotel, sekitaran Jl. Sulanjana, karena haus. Ternyata oh ternyata masih ada yang jualan ini pada jam segitu. Berarti camilan ini cocok dibeli bagi anda yang habis (atau sedang) mabuk, siapa tahu bisa jadi penawar alkohol. Bisa stay sober. Foto tidak ada, tapi di tahu bulatnya ada otak-otaknya juga, lumayan enak daripada harus go-food Mcd yang lebih mahal toh. Kalau cuankinya saya tidak mencobanya. Foto? Ya, sudah tahu kan ya bentukan tahu bulat. Kalau cuanki itu mirip-mirip bakso gaes...

3. Dago Bakery

Kawasan Wisata Punclut menjadi salah satu tujuan utama di Bandung masa kini, untuk mencari makan dan foto-foto lucu. Menuju lokasi ini mudah, naik taksi online untuk pulang-pergi juga mudah dicarinya. Punclut terkenal dengan beberapa cafenya yang instagramable. Lereng Anteng salah satunya. Kalau kemarin kami masuk ke Tafso Barn dan Dago Bakery. Masuk ke Tafso Barn sebenarnya ingin mencari mini golf yang ternyata sudah tutup. Ditipu oleh google... Foto-foto sebentar di Tafso, kemudian kami menuju Dago Bakery.

Dago Bakery ini sistem masuknya unik, harus beli semacam tiket seharga Rp 15.000,-. Tiketnya ini bisa ditukarkan dengan makanan dan minuman yang ada di dalam. Kami memesan kopi dan teh saja sambil lihat-lihat. Konsep cafenya bagus, menurut saya lebih bagus dari Lereng Anteng. Buat foto-foto sudah pasti oke. Ada jembatan dan bentukan kastil yang cukup okelah.. Rasa coffee lattenya lumayan enak. Pas rasanya walaupun tidak menggunakan gula. Harga Ice Coffee Latte sekitar Rp 32.000,-. Selain itu tersedia juga makanan lain dengan menu western. Cocok untuk santai sebenarnya, jika pengunjung tidak terlalu ramai. Punclut itu Puncak Ciumbuleuit kan ya? :)

Coffee Latte Dago Bakery
Kira-kira seperti inilah Punclut

4. Se'i Sapi Lamalera

Saatnya makan siang.... Menu makan berat di Bandung yang paling yahud dari segi rasa menurut banyak orang adalah Se'i Sapi Lamalera. Padahal sedang di Bandung, tapi Se'i ini merupakan makanan terenak di Bandung menurut kawan saya. Se'i sendiri merupakan makanan khas Kupang, NTT. Cari di Google Maps sendiri juga untuk tahu lokasinya ya. Sampai di sana, antriannya panjang, penuh, kami dapat antrian nomor 10. Tapi jangan sedih, sambil menunggu di depan rumah makannya ada jajanan rujak, kue ape, dan cilor. Jangan beli kalau ingin makan banyak di Se'i ini.

Menu Se'i di sini terbagi dari daging sapi, lidah sapi, dan iga sapi. Tersedia juga daging ayam. Kalau suka yang kenyal-kenyal semua pesan lidah, iga cukup banyak lemak, kalau daging setengah-setengah, ada lemaknya juga. Jenis sambalnya juga bermacam-macam, yaitu sambal lu'at, sambal matah, rica-rica, dan sambal ijo. Ukurannya ada reguler dan jumbo. Berhubung saya akan jarang ke sana, saya pesan se'i sapi daging sambal lu'at. Aduhai, sambalnya pedas, segar karena ada aroma jeruknya. Jangan nyari kecap seperti saya ya. Sambal lu'at ini paling pedas menurut saya dibanding yang lain. Dagingnya gurih, tidak keras, dan aroma asapnya tidak terlalu nyolok. Enak beneran... Satu menu daging ini datang bersama dengan sayur pepaya dan kuah. Kuahnya ini menjadi penawar pedasnya, segar. Harga menu sapi jumbo adalah Rp 35.000,-. Ada menu nasi 1/2 juga.. Kalau se'i terkenal dengan daging ibabnya, di Bandung kita bisa merasakan se'i halal dan rasanya tidak meragukan. :)

Iga Sapi Sambal Ijo dan Daging Sapi Sambal Lu'at
Rumah Makan Se'i Sapi Lamalera

5. Kedai Ling-Ling

Terletak di Jl. Sukajadi, kedai ini menawarkan makanan Jepang dan juga ada Taiwan Dessert (macam Hong Tang gitu). Kami ke sini hanya untuk makan Mango Dessert dan juga Green Tea apaaa gitu, lupa. Kalau ke sini jangan lupa rasakan Mango Dessertnya. Jadi semangkok smoothies mangga, ditambah dengan jelly-jelly. Rasanya segerrr banget. Mangganya juga ga main-main sih... Kali ini tidak ada foto, jadi silakan coba sendiri ;)

6. Nara Park

Kembali ke daerah Ciumbuleuit. Kami kemudian mencoba tempat makan yang lagi hits saat-saat ini. Nara Park merupakan tujuannya. Kalau ga salah Rachel Venya, selebgram sakses itu, pernah ke sini gaes.. Konsepnya ini adalah food court dengan taman luas di tengahnya. Jadi di lokasi ini terdapat berbagai macam resto, mulai dari makanan Indonesia, kopi, makanan Jepang, pasta, dan sebagainya. Restoran yang cukup dikenal ada di Nara Park ini, yaitu Nanny's Pavillon. Antara resto ada tema masing-masing, jadi ada sekatnya satu sama lain. Tapi pengunjung bebas duduk di mana saja dan bebas juga memesan makanan yang ada di resto lain.

Kemarin kami memesan di restoran bertema Jepang, menunya sate-satean gitu (penulis lagi lupa apa istilahnya wkwk). Kemudian kami memesan sushi juga. Berhubung dua di antara kami sok-sokan kekenyangan, maka yang dipesan hanya dua menu itu dan ditambah ocha yang free refill. Harga makanan di resto yang ada di Nara Park cukup pricey, ya sekelas Nanny's itu.. Bisa juga untuk ngebir-ngebir lucu, menikmati sore hari. Kalau mau lari-lari lucu di tamannya juga boleh, sambil foto gegayaan. Tapi jangan ga sopan seperti kami, yang meminta refill ocha berkali-kali (mungkin sampai lebih dari 5x) karena keasyikan ngobrol, sampai-sampai pramusajinya bilang: "sudah ga bisa lagi mba, refillnya.. hehehehe."

Sushi di Nara Park
Nara Park

7. Sudirman Street

Setelah asyik mengobrol tentang kehidupan fana di Nara Park, tiga dari kami melanjutkan pencarian makan di Jl. Sudirman. Lokasi ini adalah gang pecinan dengan banyak rumah makan yang tidak halal. Berhubung pilihannya sangat banyak di sini, kami pun juga melakukan searching makanan yang recommended terlebih dahulu. Muncul sate babi, samcan goreng, nasi campur, dan sebagainya. Pilihan kami jatuh kepada Sate Babi Wibisana, Samcan Goreng Epenk, Bubur Babi (entah namanya apa), kemudian melahap kerupuk kulit babi, dan terakhir wedang ronde.

Sate babinya yang kami pilih sate babi sambal matah, kemudian kami beli baso goreng keju. Sate babinya kecil-kecil, tapi rasanya cukuplah. Baso gorengnya kurang yahud. Makan dari Wibisana ini Rp 60.000,0. Samcan gorengnya enak, garing-garing dengan potongan tidak terlalu tipis. Harga samcannya Rp 60.000,- juga. Kemudian ada bubur babi dan di bubur babi ini kami mencoba baso gorengnya yang lebih mantap rasanya.. Harga bubur babi dan baso gorengnya sekitar Rp 40.000,-. Kenyang? Luar biasa, ini sudah makan yang entah ke berapa ya kan.. Kebetulan kemarin pas ke Sudirman Street ini ada pertunjukkan barongsai, jadi semakin ramai dan semakin berasa hawa pecinannya :D

Samcan Epenk
Sate Wibisana
Sudirman Street, Bandung

8. Martabak Bogasari, Dipatiukur

Anda pikir, makan babi menjelang malam sudah cukup bagi kami? Tentu belum. Mungkin karena hujan dan hawa dingin, maka dengan edannya kami Go-Food sesuatu lagi. Mau tahu jam berapa kami menggunakan aplikasi ini? Jam 00.51. Mau tahu yang kami pesan apa? Martabak (tiga) telor dengan black pepper mozzarella :'') Tidak sempat foto, karena langsung hap. Iya ada kok martabak yang masih buka tengah malam di Bandung. Mungkin ia masih buka bagi kaum-kaum yang belum bisa tidur nyenyak tanpa makan martabak. Rasanya enak, mozzarellanya melted sekali..... Harganya Rp 45.000,- saja, sudah kenyang dibagi 4 orang. Layak dicoba.

9. Sarapan di Moxy, dengan menu dari Go-Food

Kami menginap di Moxy Bandung, hotel yang berjiwa muda, dan sangat instagramable. Kami memesan room tanpa breakfast, jadi pagi kedua ini kami pesan via go-food lagi. Ada tiga menu (HAHAHA) yang kami pesan. Pertama Bolu Bakar Tunggal, Riau Junction. Kedua adalah pesan Bubur Ayam & Lontong Kari Kang Ardi, Cihampelas. Menu sarapan kedua kami ini tidak failed, saudara-saudara! Bolu Bakar Tunggal rasa rumbutter coklatnya sungguh mengagumkan. Rumbutternya melimpah, enak banget, dipadukan dengan coklatnya sungguh membuat kami merem-melek pas makan hehe. Namanya bolu bakar ya, tapi sebenarnya ini seperti roti bakar. Rotinya sangat empuk dan ketika sampai masih hangat. Oleh karena itu, wajib dicoba untuk Bolu Bakar Tunggal. Cukup pricey memang, satu kotak isi 8 potong seharga Rp 54.000,-.

Sedangkan untuk bubur ayam dan lontong karinya juga mantap rasanya. Boleh dicoba juga kalau yang penasaran.. Lontongnya padat, rasa karinya juga pas. Ayamnya banyak banget :) Berhubung saya lagi-lagi tidak foto makanannya, berikut saya sajikan foto-foto di Moxy Bandung....

Hotel Moxy Bandung

10. Noah's Barn

Bandung memang memiliki banyak sekali tempat nongkrong yang cozy. Daerah Dago punya cafe bernama Noah's Barn yang sangat nyaman untuk santai-santai. Saat kami mampir tidak terlalu ramai pengunjung. Areanya luas dengan sofa-sofa yang cukup besar. Menu makanannya kalau tidak salah western ya, ada cakenya juga. Minuman terdiri dari smoothies, kopi, dan mocktail. Kami di sini hanya memesan pastry di dalamnya ada bayam. Namanya... lupa. Kemudian 2 dessert yaitu choco pudding dan satu lagi lupa juga. Ada rumnya gitu. Untuk makanan yang kami pesan rasanya tidak mengecewakan, bahkan pastry bayam itu enak. Tapi untuk minuman di sini, kurang banget. Smoothies dan kopi yang kami pesan kebanyakan airnya sih perasaan.. Harga standard resto, yang untuk minuman di atas Rp 35.000,-...

Pastry Spinach yang lupa namanya
Noah's Barn

11. Batagor, Coy

Well, dua jam sebelum keberangkatan travel, kami mampir dulu makan batagor. Ih waw! Kami mencari makanan yang tidak berat, tapi mengenyangkan. Iya, batagor mana berat sih.. Pilihan jatuh ke Batagor, Coy. Lokasinya tidak jauh dari Kartika Sari Dago, sebelahnya dikit. Menu yang kami pesan ada 3, yaitu Batagor Black, Siomay Keju, dan Batagor Original. Batagor blacknya berwarna hitam (yaaa), yang katanya diberikan campuran charcoal. Dicocol di saus keju yang lezat.. Kenyal dan fresh masih panas karena baru digoreng. Siomay kejunya juga lumayan enak, kejunya cukup berasa. Sedangkan batagor original juga kenyal, bumbu kacangnya pas sekali dengan batagornya. Total harga makanan di atas adalah Rp 90.000,-. Juaranya adalah saus kejunya sih... Bisa banget untuk pilihan mencoba batagor yang bukan itu-itu saja :)

Batagor, Coy

Demikianlah hasil keliling kuliner kami di Bandung selama dua hari dua malam. Kurang banyakkah makanannya? Kalau boleh cerita sih, setelah batagor di atas kami melipir sedikit di Kartika Sari untuk makan gelato. Kebetulan ada promo, beli large gratis 1 scoop... Gelato di Kartika Sari cukup oke, walau memang cukup manis untuk takaran saya.

Kalau kalian mampir Bandung, bisa mencoba mencicipi makanan-makanan di atas ya gaes. Tidak cuma datang ke resto langsung, bisa juga dengan bantuan bapak-bapak ojol baik hati yang bahkan hingga tengah malam pun rela mengambil pesanan kami. Selamat berwisata dan selamat makan yang banyak! :D

"A balanced diet is a cookie in each hand" - Barbara Johnson