/ office

Introvert yang Jadi Account Officer

Peringatan: kalau isi postingan terlalu sensitif, maafkan :') [kalo biasa saja, well..]

Sebagai seorang introvert yang senang berpikir dan sulit, bahkan hampir malas bertemu dengan orang baru, inginnya sih bekerja sebagai pemikir dan sesedikit mungkin bertemu dengan orang baru.

Nasib berkata lain. Lulus sebagai eSTe (manis) alias Sarjana Teknik dari Kampus Teknik Geodesi, saya malah nyangkut sebagai Account Officer di sebuah bank.

Dua istilah penting dari isi blog ini yaitu introvert dan account officer.

1. introvert itu macam apa sih ?

Ciri-ciri introvert. Saya ambil dari blog orang ya. Kalau dibaca sih dari 14 ciri, lebih dari 60% sih yang saya miliki. Termasuk tidak suka mengangkat telepon. pas kuliah antinya sama telpon sama seperti anti makan duren.

2. kalau account officer itu apa?

istilah mudahnya adalah marketing dan pengurus account-account di bank. Account Officer di bank tempat saya bekerja tugasnya itu untuk mengurus nasabah-nasabah yang memiliki fasilitas kredit (disebut debitur).
Jadi salah satu cara konvensional bank untuk ambil keuntungan yaitu dari selisih bunga kredit dari debitur dengan bunga yang dikucurkan oleh bank itu sendiri. Nah katanya sih account officer itu sebagai salah satu ujung tombak bank, karena AO yang cari sumber dana, dengan makin banyak kredit yang diberikan maka bunga dari debitur yang dibayarkan ke bank akan semakin banyak toh. Tapi kalau DPK (dana pihak ketiga) yang dihimpun ga banyak, bank juga bingung sih kasih dananya dari mana. Intinya, semua harus berjalan seiring dan bersatu, yin dan yang lah.

oke sudah terlihat belum hubungan introvert dan account officer? belum? ya karena memang susah cari garis merahnya sih. Dijelaskan pada tugas-tugas AO sebagai berikut :

Jualan

Kami diberikan target untuk dapat menjual seluruh fasilitas yang Bank tawarkan. AO tugasnya jualan kredit. Tapi harus jualan yang lain juga, untuk cross selling. Namanya juga marketing kan. Jadi mencapai target dengan cara nasabah lama dibujuk untuk penambahan kredit, nasabah baru dicari-cari kebutuhannya supaya minjam uang di bank.
Berarti AO harus pintar bicara, baik lewat telepon maupun secara langsung.
Introvert ngangkat telpon saja anti, ini disuruh menelpon orang, asing pula. Ketemu orang baru harus langsung bisa mencairkan suasana supaya nasabah juga tertarik dengan kami, AO, sebagai representatif bank yang kami tawarkan. Introvert butuh penyesuaian, kaku di awal. Bicara banyak um um um -nya :'')
Bagaimana jualan itu dapat berjalan dengan baik, jika calon pembeli tidak tertarik dengan penjualnya dan cara kami menjualnya kan?

Maintenance

selain berjualan, AO di tempat saya bekerja juga mempunyai tugas untuk mengurus fasilitas kredit debitur. Ada fasilitas kredit debitur yang harus diperpanjang setiap tahun. seperti kartu kredit, ada masa jatuh temponya, begitu pula dengan fasilitas kredit di sebuah bank. Salah satu alasannya ada jatuh temponya mungkin karena kredit yang diberikan biasanya di atas Rp 500 juta. Tentu harus ada tanggung jawabnya atas dana yang telah diberikan, kalau ternyata usaha yang bank danai sudah tidak berjalan maka bisa saja menimbulkan kredit macet. Jadi ya, sekali lagi harus berhubungan dengan nasabah, minimal menanyakan kabar usahanya bagaimana.
Atau semisal nasabah ingin mengambil uang di bank pun dalam jumlah besar, menghubunginya ke AO langsung. Lagi-lagi AO akan hubungi bagian lain di bank untuk menanyakan ketersediaan dana di cabangnya. atau misal nasabah minta ini.. atau minta itu ya AO harus siap mengurusnya :'')
bahkan jika ada nasabah yang mau buka rekening di bank lain, ngehubunginnya ke AO-nya. warbiasak ya.
Sampai sini : selain nasabah, AO juga harus berhubungan dengan bagian lain di bank. Jadi harus paham juga kegiatan operasional bank itu seperti apa dan terkadang mohon-mohon atau boleh kalau perlu marah-marah ke bagian lain jika keinginan nasabah tidak terlaksana atau tidak sesuai keinginan. AO memang berhubungan dari dalam ke luar dan juga dari luar ke dalam.

mulai pusing dan makin ga jelas? iya sama..

Analisa

Ketiga adalah analisa. Nah bagian ini mungkin introvert jagonya. Merangkai kata-kata melalui tulisan dan angka-angka. Masalahnya di sini adalah untuk bisa analisa dengan baik, tentu harus mendapat keterangan lengkap dari debitur sendiri karena terkadang hanya membaca data saja tidak cukup dan sulit dimengerti. Untuk bertanyanya itu yang jadi kendala.
Belum lagi kalau ditanya atasan harus bisa menjawab dan meyakinkan kenapa nasabah ini cocok dikasih kredit. Proposal yang diajukan harus sesuai logika, sebagai marketing harus dapat merangkai kata-kata dengan indah sekaligus masuk di akal. Jika ada yang terlihat tidak baik, AO harus pandai-pandai mencari kebaikan lainnya. Ilmu rekayasa ada kan ya sebenarnya. Rekayasa proposal.

Kurang lebih tiga hal besar di atas yang biasanya dilakukan oleh Account Officer (di bank tempat saya bekerja, saya tidak tahu dengan bank lainnya sih, sepertinya kurang lebih sama). Jadi kurang lebih seperti itu pekerjaan AO yang dirasakan oleh introvert seperti saya.
Banyak sekali pihak yang harus ditemui oleh Account Officer. Berikut saya sebutkan ya menurun ke bawah supaya terlihat banyak...
team leader,
komite (atasannya team leader),
reviewer,
NASABAH,
bagian legal,
bagian admin,
bagian collection (tukang tagih2, ini kalau nasabah sudah macet masih harus dihandle juga),
notaris,
terkadang instasi terkait, terutama BPN,
bagian operasional bank (teller, customer service),
NASABAH,
dan lain-lain...
nasabah disebut dua kali biar mantap. Iya cukup banyak. Panik? So pasti.

Apa introvert mungkin menjadi seorang marketing yang handal? Well, PASTI ADA. selama 1,5 tahun ini saya banyak belajar dengan mengerjakan hal yang cukup bertolak belakang dengan sifat bawaan saya selama ini. Apapun bisa dilewati dengan penuh kesabaran dan niat yang keras.
Rasa takut masih banget, tapi gimana mau maju kalau takut terus ya kan?

hanya saja, memang belum ada rencana untuk melanjutkan terus sebagai marketing :p

PS: sekarang saya jadi sedikit bawel dan bawaan sarkastik saya makin menjadi deh sepertinya.

Brigitta Yolanda P. P.

Brigitta Yolanda P. P.

Not so talkative, but I try to write all my talks. Need coffee everyday and crazy about 'senja'. -b.yolanda28@gmail.com-

Read More