/ movie

It's Okay to Watch Alone, according to me...

Menonton film di bioskop tentunya bukan kegiatan ekstrim yang bisa dilakukan setiap weekend. Tapi akan berbeda bagi beberapa orang jika menonton film di bioskop itu sendirian. Yup. Alone. Segelintir orang pasti berpikir apa enaknya coba nonton sendiri. Aneh dilihatnya juga pasti.

Tidak demikian dengan saya. Dengan bangganya saya ingin mengatakan saya sudah cukup lumayan lah menonton film di bioskop sendiri. Mulai dari berangkat, masuk ke mall, masuk ke pintu bioskop, antri tiket, menunggu dipanggil untuk masuk ke studio, duduk di dalam studio, dan sampai pada akhirnya menikmati film yang saya pilih. All by myself (melantun lagu Celine Dion).

Awalnya memang terasa aneh sih, tapi lama-lama nagih juga nih gaes nonton sendirian. Pertama adalah saat ini memang sebenarnya saya suka bingung mau ngajak siapa untuk menonton film. Oke sorry curhat, tapi emang bingung wkwk. Kawan di kantor ga doyan nonton. Kawan lain punya pacar, lainnya lagi suka nonton sama temen lainnya. Pun kalau bisa diajak nonton waktunya sering tidak tepat. Mau ngopi di tempat yang 24 jam mungkin susah, apalagi ini menonton film yang memiliki jadwal tertentu. Sedangkan jika ada film yang ingin banget saya tonton, ya saya harus menyempatkan diri. Takut turun layar cepat. Selain itu saya juga takut penolakan sih, takut ketika saya speak up untuk ajak yang keluar adalah penolakan. Ih so sad :'(

oke ini curhat atau apa...

Mungkin saya introvert akut ya, jadi saya tidak masalah dengan sendiri ini. Tidak masalah dengan tidak adanya orang yang diajak ngobrol saat menunggu film. Apalagi mengobrol di saat film sedang berlangsung. BIG NO. Lebih jarang membuka mulut rasanya lebih baik. Memperhatikan orang-orang sekitar. Menonton filmnya, menghayati. Berpetualang di pikiran sendiri.

Tapi kalau dengan sahabat ya beda cerita kok. Pasti saya akan mengobrol, atau menjadi pendengar yang baik.

Tidak perlu sungkan atau ragu ketika beli tiketnya dan mengatakan : "untuk 1 tiket, mbak!." Kalau beli 1 tiket bisa nyempil loh duduknya saat pertunjukkan ramai dan bisa dapat spot enak. Kalau memang mba tiketnya memandangmu aneh, langsung jawab :"sorry mba, bukan 1 tiket, tapi 1 studio saya beli semua tiketnya!" TOP. Terus langsung jadi calo.
tidak ada yang lebih aneh selain baca buku pas nunggu jam bioskop

Tidak perlu gelisah ketika mbak atau mas-mas penjual makanan dan minuman berteriak menawarkan jajanan kepada dirimu yang sedang berjalan anggunnya dengan kata-kata seperti ini : "YAAAAA...MBAKNYA YANG SENDIRIAN ITU SILAKAN MAMPIR BELI POP CORN-NYAAAA." Tetap cuek, ga usah nengok ke sumber suara, kemudian pergilah ke toilet walaupun sedang tidak ingin pipis. Yes, saya pernah merasakan hal ini :'')

Saat sudah masuk ke dalam studio juga langsung saja duduk, toh akan gelap dalam waktu 15 menit. Kebetulan saya adalah orang yang sangat teramat tepat waktu untuk urusan nonton film di bioskop. Tiga puluh menit sebelum waktu di tiket (untuk XXI), saya sudah harus stand by. Saya ingin menonton trailer film di layar besar. hehe. So much fun soalnya. Jadi kalau nonton film sendiri, saya bisa mengatur sendiri keinginan saya. Tidak perlu tawar menawar kapan harus siap. Begitu sih :p

Saat menonton memang terkadang hampa tidak ada yang bisa dipegang disenderi ditanyain atau diajak diskusi kecil2an atau untuk komentar dikit-dikit tentang film. Tapi sebagian besar juga pasti akan diam. Jadi not a big deal. Tidak usah sedih jika nantinya kamu akan diapit oleh pasangan di kanan kirimu. Cuek aja. Coba sambil bawa Shihlin deh yang sudah diselundupkan ke dalam tas, keromantisan mereka akan kalah dengan wanginya Shihlin..

Nah, walaupun memang sudah lebih dari 5x menonton film sendiri saya belum pernah nonton film romantis atau horor sih. Drama pernah, but not romance. Jujur emang saya masih cukup normal untuk tidak menonton romance dengan pasangan kanan kiri saya nantinya. Baper. Kalau horor, memang bukan genre favorit. Alias takut!

Nikmati 2 jam-nya, selesaikan, tuntaskan, dan kembali pulang. Nothing to worry. Jika ternyata berpapasan dengan orang yang dikenal saat masih di studio dan mereka bertanya : "sama siapaaa?"
Jawab :"sendiri ajaa kok.. he he he.." Berikan senyum terbaikmu dan yakinkan mereka tidak ada yang perlu disedihkan dengan kesendirian ini (and yes, saya pernah juga ini).

Habis itu bisa dilanjutkan dengan makan sendiri di restoran :))

Jadi bagaimana suara hatimu berbicara? Sudah ada keberanian untuk menonton sendiri di bioskop?

Omong-omong suara hati, berikut adalah pertanyaan yang dapat merefleksikan bahwa panggilan hidupmu sudah mengikuti suara hati :

Apakah diriku ini sudah bahagia? Apakah diriku sudah berkembang dengan kondisiku yang sekarang?

Panggilan hidup sepertinya berasal dari kegelisahan suara hati yang memunculkan kedua pertanyaan tersebut. Jawabannya tentu hanya diri kita masing-masing yang dapat menemukannya.

Loh...

Maaf melantur.

Jadi, menonton film sendiri mungkin termasuk kegiatan yang bisa dianggap aneh oleh orang-orang pada umumnya. But hei, you can find the fun in it, right? No? Oh, come on! Walaupun dengan terbitnya postingan ini, bukan berarti saya jadi tidak menikmati menonton dengan teman-teman loh ya. Selama ada yang mengajak mah....selama waktunya pas mah........ya kali ga kuy :p

-Brigitta, sedang mabuk hari Senin

Brigitta Yolanda P. P.

Brigitta Yolanda P. P.

Not so talkative, but I try to write all my talks. Need coffee everyday and crazy about 'senja'. -b.yolanda28@gmail.com-

Read More