/ travel

Liburan Cantik di Pulau Belitung

Long weekend merupakan kenikmatan hakiki yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Well, kebetulan long weekend Idul Adha di tahun 2017 ini teman-teman sudah ada rencana ke suatu tempat cantik, oleh karena itu saya pun join walaupun akhirnya memang saya menyusul. Saya dan teman-teman cantik ini memang harus pergi ke lokasi yang lebih cantik lagi dari kami. Pulau Belitung namanya.

Sehari sebelum saya berangkat, saya disindir oleh rekan per-blog-an (halah) yaitu Darius. Katanya tulisannya sudah rampung, tapi saya baru mau pergi. Buat apa pergi, tinggal baca aja di blog. Oke fine, ini tulisan saya, Dar! Tapi sebenarnya kalau mau tahu tentang Belitung atau destinasi lainnya boleh banget dibaca loh blog teman saya itu..

Oh ya, cerita Pulau Belitung akan saya bagi menjadi dua. Kali ini akan saya suguhkan cerita tentang keindahan dan cantiknya laut di Pulau Belitung. Jadi apa saja yang cantik-cantik di Pulau Belitung?

Hopping Islands

Pulau Belitung memiliki gugusan pulau-pulau kecil lainnya yang tersebar di berbagai penjuru. Pulau-pulau tersebut memiliki keindahan yang membuat saya sulit berkata-kata. Mungkin cuma bisa bilang:"wah gila-gila cakep..". Keistimewaan dari pulau-pulau yang ada di Belitung ini adalah hamparan pasir putih halusnya dan persebaran batu-batu karang yang berukuran raksasa. Melihat batu-batu betebaran seperti itu rasanya jadi manusia itu keciiiill banget. Pencipta itu memang sungguh maha segalanya.

Untuk melakukan kegiatan hopping islands ini lebih baik berangkat dari hotel yang berada di Tanjung Pandan sekitar pukul 07.30. Kita akan menuju Pantai Tanjung Kelayang sebagai tempat awal mula naik perahu. Perjalanan ke sana sekitar 30 menit dengan menggunakan mobil.

Sesampainya di sana ternyata belum terlalu banyak orang yang berkumpul untuk mulai menaiki kapal. Kapal-kapal masih banyak yang mengantri di pinggir pantai. Proses naik kapalnya cepat sekali. Foto jepret-jepret dahulu, kemudian langsung naik kapal. Mulailah perjalanan kami berpetualang menikmati kecantikan dan keindahan laut Indonesia.

Pantai Tanjung Kelayang

Pulau Garuda adalah pulau pertama. Tapi abang perahu tidak ada tanda-tanda merapat ke pulau tersebut. Sebagai orang baru, kami tanya kenapa matiin mesin di tengah laut. Katanya, oh ini memang cuma untuk foto-foto dari jauh saja. Itu kelihatan ada kepala garudanya. Begitu kata abangnya. Mungkin tidak bisa merapat karena memang banyak karang sehingga kapal takut merusak kehidupan pulau tersebut ya. Langitnya (Puji Tuhan) cerah. Terlihat pucuk kepala garuda, gagah. Gradasi warna laut terlihat menyejukkan mata, kalau pakai kacamata. Kalau kacamatanya dilepas agak silau sih. hehehe. Pemberhentian pertama ini saja sudah membuat kami berdecak kagum.

Kelihatan kan ya pucuk garudanya

oh ya, banyak ubur-ubur gede macam gini. hati-hati gatal tentakelnya

Tujuan selanjutnya adalah Pulau Pasir. Ini cucok untuk tambah stok foto yang instagramable, terutama bagi kalian yang pintar pose. Sebisa mungkin sampai sana di pagi hari saat surut. Selain juga pasirnya yang terlihat putih, pengunjung pun belum terlalu ramai di pagi hari. Pasir putihnya sangat kontras dengan laut birunya, tapi semuanya berpadu menjadi pemandangan yang rasanya pengen dilihat setiap hari. Ada patrick star yg hidup di situ. Nah kalau ini tidak diperkenankan untuk berfoto dan mengangkatnya ya.

random poses, oh and that's patrick. bell, ijin pasang fotonya (iya pake aja)

Pulau Pasir yang indah nian

Tujuan berikutnya yang lagi-lagi memukau mata adalah Pulau Batu Berlayar. Pulau ini terdiri dari batu-batu granit yang melingkari pulau. Sebenarnya batu-batu di Pulau Belitung ini tersebar, besar-besar, dan juga terlihat rapi dan halus sekaligus. Bikin takjub, saya juga bingung bagaimana mengungkapkannya. Entah bagaimana, foto sama batu aja bisa jadi hal yang bagus banget. Iya kita bakal seneng banget pokoknya foto sama batu kalau berlibur di Pulau Belitung. Kalau memang rajin ambil fotonya bisa sambil manjat-manjat di batu-batu tersebut, jadi tidak hanya foto di bagian bawah saja. Foto di sela-sela batu yang besar-besar itu juga bisa sangat menarik hasilnya.

those great rocks, are really great!

Bukan ke Pulau Belitung, kalau tidak mampir ke landmark-nya yang terkenal. Bertempat di Pulau Lengkuas kami disambut dengan bangunan mercusuar putih yang kokoh. Lagi-lagi di pinggir pantai akan terlihat batu besar yang berserakan dan sudah pasti bisa dijadikan lokasi foto-foto. Dahulu mercusuar ini bisa dinaiki hingga ke lantai tertingginya, namun karena warga setempat takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti jatuh atau hal lainnya, maka mercusuar itu hanya bisa ditanjaki hingga lantai 3. Ya, lebih baik wanti-wanti sebelum terjadi yang gak-gak ya kan. Mercusuar ini merupakan peninggalan jaman Belanda. Kemarin itu kami ga coba mendekati mercusuarnya, kami hanya melakukan kegiatan sebentar untuk foto-foto di sekitar pantai tersebut. Oh ya cuaca cerah dan langit bersinar itu anugerah kalau di pantai ya, jangan lupa pakai sunblock SPF 110 supaya tidak gosong atau terbakar. Soalnya memang panas bangettt.

Ini teman fotografer dan pengarah gaya handal, cek instagramnya @brigitaratri untuk belajar pose-pose terkini ;)

view gradasi warna yang bikin sulit move on. karena yang indah-indah itu memang sulit dilupakan

Setelah foto-foto sebentar di Pulau Lengkuas kami ke tempat snorkeling yang berada di samping Pulau Lengkuas. Kapalnya muter dikit pluk, sudah sampai di tempat snorkeling. Ikannya banyak warna warni dan ramah mau kenalan sama manusia. Hehe. Kebetulan kemarin pinjam action camera punya Ari (thanks yaa, oh dan Ari pun belum lama ke Belitung juga, bisa dicek ulasannya di blognya juga yes). Rencana pengen ambil foto nyelem yang lucu-lucu tapi karena belum biasa jadinya fail, isinya kaki semua.

seneng banget lihat ikannya.. nyelemnya juga demen. ombaknya cukup tenang. tapi kudu pegang pelampung kalo ga ada yang pegangin.. Ini hasil foto yang agak lumayan dari rangkaian video ikan dengan kaki.

Setelah berenang dan cukup kelelahan (padahal berenang juga cuma sebentar), kami menuju Pulau Kepayang untuk makan siang. Waktu baru menunjukkan pukul 11.00, kami memang cuma spare waktunya sebentar-sebentar saja sih di setiap pulau. Nah untuk Pulau Kepayang ini isinya adalah makan, sepertinya akan saya bahas di bagian kuliner. Ada di update selanjutnya yaaa...

Setelah makan kenyang, kami loncat lagi ke kapal dan bergegas ke Pulau Kelayang. Ada yang istimewa dari Pulau Kelayang ini yaitu "gua" yang terbentuk dari batu-batu granit miring-miring yang mengumpul menjadi satu. Di dalam "gua" tersebut ada air laut yang menggenang. Untuk mencapai di lokasi tersebut kami melewati jalan setapak sedikit, kemudian loncat-loncat dan merosot-merosot di tumpukan batu tersebut. Ada juga ya kegiatan (agak) ekstrim di hopping islands ini. Seru..

batu miring-miring ini sudah berapa tahun ya umurnya..dan kemiringannya itu gak bikin ngeri kami para turis... jejeg banget, bisa santai di bawah batu-batu

Selain gua batu, di pulau ini kita bisa bersantai di pinggir pantai dan berenang di air laut. Kebetulan pas sampai di sini cuaca agak sedikit bersahabat dengan matahari lagi bersembunyi di awan, jadi kami berlima asyik main-main berenang di laut. Sambil selfie. Biar kekinian. Ehe.. Kalau berenang di sini pokoknya jauhi yang ada bekas ubur-uburnya karena bisa gatal-gatal. Cari tempat yang bersih dari ubur-ubur. Oh ya harusnya bisa kelihatan Pulau Garuda dari Pulau Kelayang ini, tapi karena kami terlalu excited untuk berenang, jadi kami tidak foto dengan latar Pulau Garuda ;)

kebahagiaan yang sungguh paripurna bisa berendam dengan kawan sambil didendangkan lagu kekinian (sok iye haha)

Nah sebenarnya ada Pulau Babi Kecil yang bisa dikunjungi, tapi kemarin itu kapal tidak bisa menepi karena kondisi sudah agak dalam dan banyak karang. Setelah puas bermain-main dan waktu menunjukkan pukul 14.00, kami kembali menuju Pantai Tanjung Kelayang untuk bergegas kembali ke hotel. Kenapa ke hotel? Karena kami mau mandi, ganti kostum dan catokan untuk pemotretan selanjutnya. Maklum perempuan kudu terlihat flawless :p

oh ya, Selama kegiatan hopping islands ini kami tidak menggunakan tour, tapi menyewa perahu yang disarankan dari driver selama 3 hari kami di Belitung. Sewa perahunya Rp 1 juta/per perahu sudah dengan alat snorkeling dan life jacket. Belum sama makannya tapi.

Berlayar

Menikmati Matahari Terbenam

Laut dan pantai tidak lengkap tanpa menikmati matahari terbenam. Melihat pengorbanan matahari untuk tidak egois bersinar terus dan mempersilakan gelapnya malam untuk hadir. Sebelum matahari benar-benar tenggelam, kita dapat menikmati emas gratis yang membuat foto menjadi indah. Yap, golden hours. Seketika langit langit dan laut menjadi emas. Silau, tapi matahari terbenam itu merupakan momen favorit saya. Tidak pernah bosan. Ada 2 tempat yang terkenal di Pulau Belitung untuk melihat matahari terbenam dan merasakan golden hour, yaitu Pantai Tanjung Pendam dan Pantai Tanjung Tinggi.

Hari pertama saya di Belitung dari bandara, langsung digiring ke Pantai Tanjung Pendam. Pantainya berada di tengah kota, memiliki pasir putih halus, air lautnya tenang tidak ada ombak. Bunyi ombak tidak ada sama sekali gaes... Pantainya benar-benar menghadap ke barat. Sampai di sana, terlihat jelas matahari bersinar dengan bulat. Tanpa awan di sekelilingnya. Matahari sekitar pukul 16.30 ini memang pas sebagai pencahayaan alami untuk melakukan selfie. Wajah jadi bersinar dan make up sangat terlihat jelas. Hehehe. Kami bersantai sebentar saat di Pantai Tanjung Pendam ini (tapi fotonya banyak).

Banyak aktifitas yang bisa dilakukan di sini, foto, makan, dsbnya. Ada restoran di pantai ini. Satu-satunya yang jangan dilakukan di sini adalah pendam perasaan ya kak. Luapkanlah (ngawur)

Dari awal saya belum menyebutkan tentang Laskar Pelangi. Pulau Belitung menjadi naik daun karena novel hasil karya Andrea Hirata, ditambah dengan dirilisnya film yang disadur dari buku tersebut. Pantai Tanjung Tinggi merupakan lokasi syuting film dari Laskar Pelangi tersebut. Jika ingat Ikal dkk bermain di antara bebatuan di pinggir pantai, Pantai Tanjung Tinggi inilah tempatnya, sehingga saat ini dikenal juga dengan Pantai Laskar Pelangi.

Pantai Tanjung Tinggi merupakan lokasi yang sangat bagus untuk menikmati matahari terbenam. Bersyukur sekali hari kedua saya di Belitung ini diberikan langit cerah. Pantai Tanjung Tinggi banyak sekali batu-batu yang lebih besar. Seharusnya dan lebih baiknya adalah kita memanjat batu untuk mendapatkan view matahari terbenam yang lebih jelas. Namun karena kondisi ramai, kami dapat spot di pinggir pantai. Selain itu di pantai ini juga disewakan perahu kecil (seperti kapalnya tim SAR sih), untuk mengelilingi laut yang tenang tersebut. Berhubung kami sudah wangi, rambut juga sudah rapi, dan baju tidak mau basah kami pun berfoto di pinggir pantai saja. Seperti ini pun kami sudah merasa bahagia.... Oh ya perjalanan dari Tanjung Pandan ke Tanjung Tinggi ini juga sekitar 30 menit. Berikut adalah hasil pemotretan selama berada di Tanjung Tinggi ;)

Nah itu sebagian kegiatan selfie-menselfie diri dengan cahaya keemasan yang langka didapatkan di Jakarta. Berikut di bawah adalah view Pantai Tanjung Tinggi

sigh. Maaf spamming dengan terlalu banyak foto oranyenya. Terlalu bahagia bisa menikmati warna seperti ini. Sekali lagi, batu-batu menjadi keistimewaan untuk Pulau Belitung. Matahari terbenam benar-benar penutup manis dari rangkaian kegiatan menikmati cantiknya dan indahnya laut di Pulau Belitung. Belum banyak lokasi yang bisa saya kunjungi, bisa akhirnya mengunjungi Belitung itu sangat memuaskan. Kembali jatuh cinta kepada laut (karena gunung belum berhasil kudaki). Jatuh berulang-ulang kepada laut aku sangguplah :'')

Update selanjutnya adalah hal-hal cantik yang bisa dinikmati selain hamparan pasir putih dan bebatuan di Pulau Belitung! Termasuk kulinernya... hohoho.

The sea below me. The sky above me. It makes me feel small, it makes me feel free - NN.

Brigitta Yolanda P. P.

Brigitta Yolanda P. P.

Not so talkative, but I try to write all my talks. Need coffee everyday and crazy about 'senja'. -b.yolanda28@gmail.com-

Read More