/ work

Obrolan Singkat tentang Pengusaha dan Ekonomi

Sudah membaca postingan saya tentang deskripsi singkat tentang Account Officer di Bank? Jika belum silakan dibaca di link ini. tseh, judulnya berat, tapi isinya seputar opini saja.

Salah satu kelebihan dan keuntungan (? wah ada keuntungannya loh jadi AO, ayo daftar menjadi marketing, Account Officer he he he) menjadi AO adalah mengetahui banyak sekali jenis bidang usaha. AO sendiri biasanya yang selalu terjun langsung untuk survey ke usaha nasabah. AO akan meninjau usahanya berjalan dengan baik atau tidak. AO sendiri juga yang harus paham bagaimana jalan usaha dari nasabah itu sendiri. Ingat, AO harus membuat analisa dan proposal yang berisikan cerita, baik cerita keuangan maupun cerita usaha si nasabah tersebut.

Jadi, selama 1,5 tahun menjadi AO saya sudah cukup banyak bertemu dengan pengusaha-pengusaha di wilayah Jabodetabek. Pengusaha bidang trading yaitu trading ban, kaca, bahan material, punya usaha food court, dll. Pengusaha yang memiliki workshop atau pabrik sendiri, bisa produksi karet, baju, semen, mesin, dll. Atau pengusaha di bidang jasa, yaitu kontraktor, konsultan keuangan, dan event organizer. (eh lumayan banyak juga, untung ditulis ini).

Pengusaha-pengusaha tersebut menurut pendapat saya adalah salah satu sumber keberhasilan ekonomi di negaranya, karena mereka sebagai sumber pendapatan negara, sebagai sumber pekerjaan masyarakat-masyarakat lainnya, sebagai pemutar dana, dan banyak sekali sumbangsih dari para pengusaha ini. Pengusaha akan merasakan dampak dari kondisi ekonomi negara yang kurang baik dan tidak stabil, sebaliknya juga ekonomi yang tidak berkembang juga terlihat dari kondisi usaha-usaha mereka ini. Iya gak sih? Duh maklum bukan lulusan ekonomi dan bisnis, jadi pahamnya belum terlalu dalam. (ini tulisan malah menyesatkan jangan-jangan).

Nah, sebagai karyawan bank (masih kuli) saya mencoba untuk memahami dan mengikuti perkembangan perekonomian negara dan dunia. Tujuannya supaya terlihat update dan smart di depan nasabah (wk, so simple). Kebetulan malam ini saya setel Metro TV dan menonton acara Economic Challenges, dengan tema Setara dalam Kebhinekaan. Kebetulan lagi saya menontonnya dari pertengahan, ketika salah satu narasumber yaitu Christianto Wibisono mengatakan : "margin antara bunga kredit dengan bunga deposito di perbankan Indonesia itu sangat besar, berbeda dengan negara-negara lain. Hal ini mempengaruhi permodalan di Indonesia". (kurang lebih dah gitu). Wah, kemudian saya tertarik untuk melanjutkan nontonnya dan mencari video lengkapnya. Maklum, biasa jadi orang yang suka kasih modal (grin).

Setelah tonton ulang di website Metro TV langsung, yang dibagi menjadi 3 bagian video lainnya yaitu:

Ternyata pembahasannya episode ini adalah mengenai kesenjangan yang ada di Indonesia, salah satunya mempengaruhi permodalan untuk usaha-usaha mikro di daerah seluruh Indonesia. Tidak setaranya ekonomi di berbagai daerah membuat usaha-usaha mikro juga tidak berkembang. Sesi awal dijelaskan mengenai ketimpangan pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur di Indonesia yang sudah merdeka 71 tahun. Pertumbuhan besar ya Pulau Jawa dan Sumatera. Kemudian dijelaskan apa itu Ratio Gini dan ternyata Yogyakarta masuk sebagai daerah dengan ketimpangan sosial paling tinggi. Ini sad sih... seterusnya, seterusnya. Tonton sendiri aja deh, cukup menarik sih.

Pada episode ini juga menampilkan Murdaya Poo yang memberikan keterangan, dari sisi pengusaha ternama, pekerjaan pemerintah sekarang sudah baik yaitu dengan membangun banyak infrastruktur hingga pelosok-pelosok daerah karena hal ini akan memberikan akses bagi pekerja-pekerja kecil (petani) untuk memasarkan hasil pertaniannya atau bahkan diharapkan nantinya bisa melakukan ekspor.

Bisa disimpulkan bahwa keberadaan pengusaha itu sangat dibutuhkan untuk perkembangan ekonomi daerahnya. Namun akan terpentok dengan permodalan bagi pengusaha mikro, dijelaskan juga bahwa perbankan memang tidak akan mendanai usaha yang baru berjalan ataupun usaha yang masih belum terlihat untungnya besar. Padahal pengusaha mikro pun butuh berkembang dan modal. Solusinya? Ada di video di atas sepertinya, coba ditonton :)) Pengusaha memegang peranan penting, salah satunya untuk menyetarakan kesejahteraan ekonomi juga. Semuanya berkesinambungan sih. Jika tidak penting, maka para paslon (terutama paslon DKI Jakarta) tidak akan memberikan janji bantuan dana dan atau pembuatan usaha-usaha bagi rakyat Jakarta.

Ekonomi berhubungan dengan politik, begitu pun sebaliknya. Saat saya bertemu dengan para pengusaha dalam beberapa waktu dekat ini banyak yang mengeluarkan opini yang berkaitan dengan keadaan politik, termasuk kondisi Pilkada DKI ini. Salah satu opini dari Pak Christian juga, jika rakyatnya fokus dengan bekerja tentu perkembangan ekonomi akan menjadi lebih baik dibandingkan yang sekarang. Tidak demo-demo terus, rakyatnya bekerja dengan benar, niscaya beberapa tahun mendatang kembali melesat perekenomian Indonesia, begitu harapan Bapak Presiden Joko Widodo.

Nah intinya apa? Jangan jadi karyawan terus, cobalah jadi pengusaha.. (ini kenapa ga nyambung).
Kembali ke pekerjaan menjadi AO, sebisa mungkin kami dari pihak perbankan ingin menjadi mitra bisnis yang baik bagi para pengusaha dengan memberikan nasihat-nasihat dan dana yang pas dan sesuai dengan kebutuhan di bidang usaha masing-masing. Jadi, jika pengusaha dan usaha mereka lancar, kondisi ekonomi bisa membaik, setara, perbankan pun semakin lancar dalam perputaran dananya.

Betul kan?

--Brigitta yang sedang mencoba memahami perkembangan ekonomi Indonesia, akan tetapi topik ini kenapa muter-muter ya pembahasannya?

Brigitta Yolanda P. P.

Brigitta Yolanda P. P.

Not so talkative, but I try to write all my talks. Need coffee everyday and crazy about 'senja'. -b.yolanda28@gmail.com-

Read More