/ life

Kaitan Pancasila dan Penyebaran Berita Positif

Selamat Hari Lahir Pancasila! :)

Peringatan Hari Lahir Pancasila mulai tahun 2017 ini istimewa karena Presiden Joko Widodo menetapkan sebagai tanggal merah. Libur! Selain itu pemerintah menetapkan sebagai #PekanPancasila untuk merayakan lahirnya idelogi bangsa kita ini.

ambil dari tweetnya @deelestari

ada frame untuk fotonya loh, pinjem mukanya ya teman-temanku :))

Seperti yang kita tahu Indonesia memiliki ideologi negara bernama Pancasila, dimana mengandung lima kalimat yang bermakna begitu dalam. Ketetapan bangsa Indonesia mengenai pancasila sebagai ideologi negara tercantum dalam ketetapan MPR No. 18 Tahun 1998 tentang pencabutan dari ketetapan MPR No. 2 tahun 1978 mengenai Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara. Pada pasal 1 ketetapan MPR tersebut menyatakan bahwa pancasila sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan UUD 45 ialah dasar negara dari negara NKRI yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara. Dari ketetapan MPR tersebut dapat kita ketahui bahwa di Indonesia kedudukan pancasila sebagai ideologi nasional, selain kedudukannya sebagai dasar negara. (sumber)

Oke, ngomong opo toh jee..?

Bangsa Indonesia merupakan bangsa besar dengan berbagai macam agama dan kepercayaan, adat, suku, bahasa, budaya yang tersebar di beribu-ribu pulau terpisah oleh laut dan samudera. Perjuangan pahlawan untuk mempersatukan itu semua sungguh berat pastinya dan terlahirlah Pancasila. Sejarah tercipta Pancasila pasti sudah dipelajari di bangku sekolah ya. Sayang saya lupa. Coba dibuka lagi.

Nah, yang saya, anda, kamu, iya kamu.. rasakan saat ini pasti kurang lebih sama. Muncul ancaman-ancaman ideologi baru yang mulai merembet di Indonesia. Agak sedih. Pancasila dan kebhinekaan tunggal ika ini mulai memudar. Penyebaran ideologi yang dipaksakan ini sayangnya tidak dengan melalui cara yang sehat. Berasa kan saat ini banyak banget berita-berita ngaco yang tiba-tiba muncul di grup whatsapp atau di laman facebook. Rasanya jengah.

Kebetulan pada tanggal 27052017 kemarin saya mengikuti acara menampik hoax yang diadakan oleh gereja saya. Ketika itu hari Sabtu, namanya juga jomblo hari libur, alangkah baiknya diisi dengan kegiatan yang bermanfaat. Minimal tidak tidur-tiduran di rumah sih ehe. Acara ini dilaksanakan mulai pukul 10.00-15.30. Cukup lama dan pastinya ga kebayang deh bakal sebosen apa ya kan..

Poster acaranya, pematerinya menarik yaa

Kemunduran Bangsa?

Kenapa acara ini saya kaitkan dengan peringatan Pancasila? Para pemateri di atas memberikan paparan yang cukup menarik mengenai kondisi yang dihadapi bangsa saat ini. Berdasarkan keterangan Mas Wisnu sebagai pembicara pertama yang tampil, ada pola kekuasaan pada masa-masa tertentu. Shifting of power. Seperti jaman Napoleon atau bangsa-bangsa Eropa yang menguasai dunia di tahun 1900an. Tahun 2000an ini belum jelas arah kekuasaannya, namun di beberapa negara terjadi gesekan-gesekan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu. Sebut saja contohnya ISIS (yaa..). Seperti yang diketahui, beberapa kelompok tersebut dikabarkan efeknya sudah masuk ke Indonesia. Tidak bermaksud untuk menyinggung agama tertentu, namun cara mereka masuk untuk berusaha "menguasai" suatu bangsa cukup mengkhawatirkan.

Boleh dilihat sejak tahun 2016, Indonesia mengalami gerakan-gerakan, well cukup masive. Apa itu bertentangan dengan ideologi Pancasila? Tidak tahu, namun ada beberapa teriakan-teriakan yang melenceng dari isi Pancasila, tentu saja hal ini membuat resah. Nah gerakan masif di jalan ini disertai dengan gerakan masif melalui media online. Lihat saja ada berapa banyak link yang kita klik setiap harinya, setiap menitnya. Semuanya juga belum tentu benar. Tapi, banyak sekali yang percaya dengan berita-berita yang menghasut tersebut. Kemudian lihat komen-komen di berita tersebut, bikin saya berpikir bisa-bisanya keluar kata-kata yang penuh kebencian dari seseorang ciptaan Tuhan.

Mas Wisnu menjelaskan fakta bahwa 60% orang tidak memiliki tabungan di bank, namun 85% memiliki handphone. Selain itu manusia mengakses internet rata-rata 8 jam sehari, melebihi jam tidur. Hmm, bisa dilihat kan penyebar berita baik atau buruk paling cepat saat ini melalui internet. Tidak heran jika penyebaran kebencian di antara rakyat saat ini bergerak dengan cepat kan. Sebagai pengguna internet, rasanya tentu jengah melihat kondisi ini.

Sebagai rakyat yang cerdas, alangkah baiknya jika mampu menganalisa dan memahami lebih dalam lagi mengenai segala macam berita yang beredar di internet dan masyarakat. Jadikan google sebagai alat untuk mendeteksi kebohongan. Tidak mudah terhasut dan tidak gampang memviralkan berita-berita aneh. Karena semakin viral, semakin senang para penyebar hal-hal aneh tersebut. Pemerintahan saat ini sudah mulai membangun infrastruktur di luar Pulau Jawa dengan giat, memberikan akses seperti jalan, listrik, dan lain-lain. Tentunya kita tidak mau kan, terjadi peperangan hanya karena membaca berita hoax yang cukup menghasut emosi dan pikiran jernih kita. Tidak mau akan terjadi kemunduran bangsa lagi dengan mengalami peperangan saudara.

Foto lama, ceritanya pernah ikut aksi :))

Sebar Berita Positif

Beberapa minggu ini media online diramaikan dengan tulisan dari Afi Nihaya mengenai Warisan yang dipuji oleh ketiga orang pembicara acara di atas ini. Boleh diketahui Mas Wisnu dan Bapak Irwan Julianto (saat ini dosen UMN) adalah mantan jurnalis Kompas. Sedangkan Bayu Wardhana juga aktif dalam kegiatan jurnalis. Ketiga pembicara memuji tulisan dengan bahasa sederhana dari Afi namun tajam. Tulisan Afi termasuk sebagai berita positif, tulisan positif yang sangat diharapkan semakin banyak menyebar di internet.

Menurut pendapat Mas Bayu, mari kalahkan seluruh berita negatif tersebut dengan memperbanyak berita-berita positif. Tulis sebanyak mungkin prestasi atau pendapat yang bisa menyatukan kembali bangsa ini. Namun berita-berita atau tulisan yang nantinya dirasa bertentangan dengan pendapat kelompok tertentu pastinya akan dengan cepat bisa saja hilang, karena kelompok penyebar kebencian saat ini sangat aktif di media online. Ingat bagaimana akun facebook Afi bisa diblock? Bisa saja banyak orang yang membenci tulisan Afi mereport kepada Facebook, yang pada akhirnya pihak facebook menonaktifkan account Afi. Poinnya, kita harus lebih berani membela kebenaran dan keadilan demi Pancasila dan kebhinekaan kita. Begitu...

Berikut ini adalah cara mendetek link yang hoax

judulnya tidak provokatif, cek alamat situs (sumbernya ada/tidak), elemen 5W+1H harus dicek!, cek gambarnya, dan ikuti forum anti hoax.

Sedangkan untuk forum anti hoax bisa masuk ke situs di bawah ini :
https://data.turnbackhoax.id/#/home
atau kalau mau mengadu boleh ke : aduankonten@mail.kominfo.go.id

Jangan lupa sembari mencoba memberikan aura positif dan berkreasi untuk bangsa ini. Hmmm, bantu Pak Jokowi untuk membangun bangsa ini dengan tetap berpegang teguh pada Pancasila. Pancasila pun akan tetap abadi sebagai ideologi negara Indonesia, negara ini pun kembali rukun tanpa gesekan-gesekan yang menimbulkan percikan, api kecil, ataupun api besar.

Semoga...

Peserta acara kemarin, ehee dikit.. Acara ternyata sama sekali gak bosen! Seru banget topiknya :))

#SayaIndonesiaSayaPancasila

โ€œThis country, the Republic of Indonesia, does not belong to any group, nor to any religion, nor to any ethnic group, nor to any group with customs and traditions, but the property of all of us from Sabang to Merauke!โ€ โ€• Sukarno

Brigitta Yolanda P. P.

Brigitta Yolanda P. P.

Not so talkative, but I try to write all my talks. Need coffee everyday and crazy about 'senja'. -b.yolanda28@gmail.com-

Read More