Maju, ayo maju, ayo terus majuuu...

singkirkan dia dia dia.. kikis habislah mereka

demi Negara Indonesia

Cuplikan lirik dari salah satu lagu yang saya pelajari saat Pelatihan Bela Negara di Rumpin, Bogor oleh Kementerian Pertahanan. Oh ya, sebelumnya Puji Tuhan saya sudah diterima sebagai CPNS Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat angkatan 2018. Mulai masuk tanggal 22 April 2019, setelah penantian panjang dari bulan Oktober 2018. Pelatihan Bela Negara ini merupakan salah satu rangkaian dari diklat yang harus saya dan teman-teman saya jalani selama satu tahun hingga SK pengangkatan kami resmi diterbitkan.

Saya mengikuti pelatihan Bela Negara Batch II yang diselenggarakan tanggal 7 - 19 Juli 2019. Tepat 13 hari kami diungsikan di Rumpin, Bogor. Total peserta kurang lebih 250 orang. Luar biasa ya? Maklum PUPR tahun 2018 masih banyak menerima CPNS, yaitu sekitar 1000 orang. Dua ratus orang tersebut berangkat dengan hati riang gembira dan bersemangat, serta deg-degan juga (buat saya sih 90% deg-degan, 10% diberani-beraniin). Unik bagi PUPR karena tidak semua kementerian mengambil jatah pelatihan ini selama 13 hari. Kabar benernya sih, menteri kami Bapak Basuki malah inginnya dilaksanakan selama 1 bulan. Hehehehe dapat jadwalnya mungkin saya sudah pingsan duluan.

Keberangkatan awal kami langsung diberikan satu set perlengkapan loreng-loreng. Siap tempur ala TNI. Baju dinas PDL loreng, tas, sepatu boots, kaos kaki hitam, topi rimba, kopel, peples (oke peples ini adalah botol minum tentara, entah kenapa namanya peples, pas awal2 orang-orang kesebutnya steples segala -__-), tas ransel loreng dengan nama lengkap tertera di baju dan tas. Wah keren banget deh pokoknya pas awal-awal foto pakai perlengkapan ini. Bersih, warna birunya adem, gagah, cakep, dan satu lagi: BANGGA. Setelah siap lengkap, akhirnya mulai kami diserahkan kepada para Pelatih dari Kementerian Pertahanan, yang memang adalah para TNI. Jadii... Pelatihan Bela Negara adalah diklat dengan TNI sebagai pengajarnya atau diklat ala militer. Nahhhhhhh mantap. Itulah sebabnya saya deg-degan.

Pelatih pendamping kami merupakan satuan Paspampres yang sudah berkecimpung mengawal presiden RI. Total pelatih ada...... mungkin 13 ya, eik lupa. Terdapat dua orang perempuan TNI yang sungguh patut diacungi jempol. Pelatih pertama tangguh, pelatih kedua cantik bingit. Para pelatih berjuang dengan kemampuan masing-masing untuk menggembleng kami dengan cara ajaib. Kegiatan kami di sana adalah sekitar 6 hari kegiatan mendengarkan pengajaran di kelas bersama para widyaiswara (sebutan untuk pengajar PNS yang berada di bawah naungan LAN atau Lembaga Administrasi Negara). Kemudian hari selanjutnya adalah lebih banyak kegiatan lapangan.

Kegiatan di dalam kelas, kami banyak mendengar tentang pelajaran untuk terus mencintai Indonesia dengan segala isinya. Mengetahui beberapa ancaman-ancaman yang bisa masuk dan merusak negeri ini. Kemudian belajar tentang sejarah NKRI. Terdapat juga praktik langsung untuk bekerja nyata dengan mengunjungi warga yang berada di sekitar tempat pelatihan, serta melakukan kegiatan sosial lainnya seperti bersih-bersih sekolah, embung, dan sebagainya. Semuanya itu dilakukan secara bersama-sama dengan teman-teman baru. Tidak hanya teman, namun juga menjadi keluarga.

Foto Pleton 6 di dalam Kelas

Untuk kegiatan lapangan sangat beragam, namun sebagian besar adalah belajar baris-berbaris dalam satu kompi pasukan. Baris-berbaris inilah yang pada akhirnya ditunjukkan saat acara penutupan pelatihan ini. Kebetulan saya pernah mengikuti ekstrakulikuler paskibraka di SMA, yaitu TLUP70, sehingga sebetulnya saya sudah sangat mengenal gerakannya, aba-abanya, dan rasanya gosong dijemur. Permasalahannya adalah lokasi yang berpasir dan membuat pasir itu menempel di baju kami.. padahall...... bisa dibaca di paragraf selanjutnya.

Keseruan sekaligus kekesalan di sana adalah, kegiatan padat, kami harus bangun dini hari. Alarm sangkakala berbunyi pukul 4, tapi jika mau bersih-bersih tanpa perlu mengantri, lebih baik ya bangun 03.30. Senam dan seterusnya kegiatan. Selesai kegiatan paling sore adalah jam 9 malam.... Melakukan perpindahan tempat harus dalam 1 pleton, dengan langkah biasa PBB, sambil bernyanyi. Butuh waktu lama sekali untuk masuk ruangannya. Baju PDL harus selalu dipakai, artinya baju itu tidak kami cuci selama 7 hari pertama. Untungnya dengan baik hati, kami diberi waktu laundry selama 2 hari.

Mengenai nyanyian... wah seru sekali ini. Lewat satu bulan selesai diklat ini, saya terkadang masih menyanyikannya sambil menyapu lantai. Sekarang sudah bulan Oktober, ketika saya dan teman-teman Batch II lainnya sedang mengikuti OJT Balitbang di Bandung pun masih ingat lagu dan yell-yellnya. Sunggu menempel dengan kuat ya. Ada sekitar sepuluh lagu yell-yell khas tentara yang kami pelajari, termasuk Mars Bela Negara. Ada lirik sedih, lirik mengerikan, tapi tujuannya satu: sebagai penyemangat bagi kami untuk tetap bertahan dalam kondisi yang cukup jauh dari kenyamanan. Tidak heran para tentara itu ternyata sangat jago dalam membuat berbagai nyanyian dan yell-yell pembangkit semangat.

Suasana Kegiatan Lapangan

Mungkin yang paling menyenangkan adalah kegiatan makan... Pokoknya makan pasti terjamin pada saat Pelatihan Bela Negara ini. Pertama karena ruangannya ber-AC. Kedua ya tentu karena bisa makan. Ketiga, kami di sini diajari table manner. AHAHAHA. Makan dengan tidak boleh bersuara. Tidak boleh ada denting garpu sendok. Diajari juga cara menghargai makanan, tidak boleh ada makanan sisa. Diajari juga makan dengan cepat. Diajari juga tenggang rasa dan kesetiakawanan dengan satu angkatan. Paling seru, kami diajari teknik menghilang pada saat makan dalam hitungan detik. Uwuu.. kayak orang Sagitarius aja gampang menghilang (eh). Mau tau caranya bagaimana? Silakan hubungi penulis.... ^^

Suasana Mau Makan Enak *Gaes, pinjam mukanya yaa..*

Masih banyak lagi kegiatan seru lainnya, kami diajari juga karate tingkat satu. Belajar mendirikan tenda yang rangkanya aja segede-gede apaan tau. Kemudian ada acara Caraka Malam, di mana kami jalan berdua-dua di kegelapan malam dengan penyamaran dan membawa pesan. Datang ke pos-pos... Lewatin hutan-hutan. Untung banget ada sinar bulan dan saya berangkatnya masih paling pertama... Jadi hantu-hantuannya belom ready dan tidak terlalu gelap. Tapi tetap saja takut. Tentu rute pria dan perempuan berbeda, katanya rute pria lebih panjang dan horor. Paling kamfret adalah pos pegang belut. Udah teriak-teriak saya, mo nangis T.T Pokoknya once in a lifetime banget pelatihan ini :')

Kebayang kan rasanya ketika acara penciuman Bendera menjadi sangat syahdu setelah melewati berbagai rangkaian. Rasanya bangga pula bisa menampilkan defile dan baris-berbaris di hadapan para pejabat. Walau panas terik, walau banyak keluh kesahnya, tapi di akhir semua gembira.. Tentu saja. Rasanya bangga melewati 13 hari tanpa handphone di tangan (pegang hp cuma 2 hari selama 13 hari itu). Rasanya lega bisa ganti baju bersih. Rasanya hebat juga ketika pelatihan ini selesai. Semuanya ini untuk mengingatkan betapa pentingnya Bela Negara bagi bangsa ini. Apalagi bagi CPNS yang merupakan masa depan bagi pelaksana kegiatan pemerintahan Indonesia. Kegiatan Pelatihan Bela Negara ini sangat cocok dan sangat penting, mengingatkan bahwa negara ini butuh semakin dicintai dan selalu dibanggakan. Sehingga tidak takut untuk terus membela negara dalam kondisi apa pun. Siapa lagi kalau bukan anak bangsanya yang mau membela negara ini? (berat yhaa..)

Acara Api Semangat Bela Negara

Siapa Kita? KADER BELA NEGARA

Hak dan Kewajiban Kita? BELA NEGARA!

Dasar Negara Kita? PANCASILA!

NKRI!!! HARGA MATI!!!!

Setelah Latihan Bangun Tenda *Gaes, pinjam mukanya yaa..*
Pleton 6!!!!! Pleton Akuhh *Gaes, pinjam mukanya yaa..*

Oh ya, apakah anda mau melihat yel-yel kami seperti apa? Berikut saksikan dalam postingan instagram saya ya..

View this post on Instagram

#throwbackthursday Pelatihan Bela Negara di Rumpin, Bogor oleh Kementerian Pertahanan. Kami dilatih oleh TNI dan juga Paspampres selama 13 hari. Pakai baju yg sama selama 7 hari tanpa dicuci, kebersamaan. Baris bebaris untuk perpindahan tempat, hormat satu sama lain, disiplin. diajarkan nilai-nilai nasionalisme, yg sepertinya sedikit terlupakan bagi milenial. Kami diingatkan utk selalu dan semakin cinta Tanah Air. Kalau bukan anak2nya, siapa lagi yg mau membela negara? 🙂 ▪ Hehehe tapi sebenarnya pengalaman menariknya adalah belajar banyak lagu penyemangat. Ini rangkaian yel-yel kami Munara VI. Coba cari saya di mana.. 🙂 • • Ngepost karena mau lucu2an aja.. ohh dan menyambut HUT RI deh. rehat ngetik proposal aktualisasi wekeke • • #belanegara #NKRI #indonesia #videooftheday #instastory #instagram #memory #ig #igers

A post shared by Brigitta Yolanda P. P. (@brigittayolanda) on

Berikut adalah penampakan pelatih dan lokasi Pelatihan Bela Negara

Para Pelatih Selama Tiga Belas Hari
Diklat Bela Negara (maafkan tidak ada estetika sama sekali ya, cuma ini aja fotonya)