/ Random

Percakapan dengan Hujan

Sulitnya jadi pembenci hujan..

Apa salahku? begitu kata hujan.
Kau turun di saat yang tidak tepat. Begitu kutuk dariku.

Lalu kapan aku harus turun?
Bukankah airku membasahi tanah kering dan membuat subur?
Kata orang aku pembawa keberuntungan.
Kata orang aku pembawa berkat.
Aku kan hanya ingin menyapa manusia di pagi hari.
Hujan bertanya dan terus turun tanpa henti.

Bukan salahmu, jan.
Hanya aku yang tidak suka hujan..
Basah
Becek
Gelap
Dingin
Kapan ya kita bisa berbaikan, jan?
Menjadi teman baik dan aku bisa tersenyum di bawah naunganmu.
Tetap tenang dan percaya pagi akan tetap indah.
Percaya padamu bahwa memang kamu berniat baik untuk manusia.
Percaya bahwa nantinya akan ada pelangi.

Kapan ya, jan?

Aku mau berangkat ke kantor, jan.
Boleh tidak kamu berhenti sebentar supaya kita tidak bertemu?
Kenapa kamu malah terus membobardir bumi?

-Brigitta yang berusaha tersenyum saat hujan turun di Senin pagi-

Brigitta Yolanda P. P.

Brigitta Yolanda P. P.

Not so talkative, but I try to write all my talks. Need coffee everyday and crazy about 'senja'. -b.yolanda28@gmail.com-

Read More