Akhir-akhir ini banyak beredar berita-berita tentang kenaikan atau turunnya harga tiket pesawat yang tentunya akan mengkhawatirkan khalayak ramai. Hmm, sebenarnya bukan tentang tiket pesawat yang mau dibahas di tulisan saya ini (yang pada akhirnya saya mulai mengetik kembali), melainkan alat transportasi lain yang berhubungan erat dengan pesawat yaitu Railink. Kenapa saya menulis tentang Railink? Karena saya akhirnya mencoba transportasi ini setelah beroperasi selama setahun lebih dan saya sangat terkesan dengannya. Railink dengan jurusan menuju bandara Soekarno-Hatta ini sudah beroperasi sejak 2 Januari 2018. Railink tidak hanya di Pulau Jawa saja loh, di Pulau Sumatera juga ada. Jadi berikut adalah pengalaman saya menggunakan Railink ini. Mungkin foto-fotonya agak tidak sesuai estetika ya, karena entah kenapa kok saya ambilnya portrait semua...

Saya pergi ke bandara itu hari Jumat, 110119, berangkat dari kantor saya di Cipete, Jakarta Selatan. Berhubung naik pesawat sendiri dan flight-nya jam 21.15, saya langsung terpikirkan untuk mencoba naik Railink. Railink ini adalah kereta, ada kata rail-nya, kalau bis mungkin Streetlink (apeu). Kereta itu pasti tidak kena macet. Taksi pasti wow banget kan biayanya, belum sama biaya tol. DAMRI hemat, tapi pasti kenalah macet-macet dikit. Maka saya memilih Railink. Saya berangkat dari kantor pukul 17.30 dan menuju ke Stasiun Sudirman Baru (BNI City), terletak di Sudirman, Jakarta Pusat. Tadinya mau mencoba lebih hemat lagi adalah naik ojol sampai terminal Blok M, kemudian sambung Transjakarta dan turun di halte Tosari. Akan tetapi, menurut perhitungan saya, untuk flight jam 21.15 paling cocok itu ambil jadwal keretanya jam 18.20. Jadi daripada naik Transjak ga keburu, saya bablas naik ojol dari Cipete ke Sudirman. Biaya ojol adalah Rp 22.500,- (beserta tip), tapi ini saya dapat diskon, mungkin kalau tidak ada diskon biayanya lebih mahal.

Sampai di Sudirman sekitar pukul 17.55. Tips naik ojolnya adalah tidak perlu muter dulu ke bundaran HI. Posisi Stasiun Sudirman Baru ada di sebelah kiri kalau dari arah Blok M, lurusan sama Stasiun Sudirman jadul. Kondisinya sekarang kendaraan ga bisa langsung ke kiri, harus muter dulu sampai HI. Nah kebetulan itu di deket trotoar ada tangga kecil, jadi kalau naik ojol atau nebeng atau apa gitu turun saja di deket tangga. Kemudian jalan kakilah menuju stasiunnya. Tips sebelum menuju stasiun ini adalah mengetahui jadwal (kalimat ini harusnya lebih awal muncul, tapi yasudah). Jadwalnya bisa dilihat di websitenya Railink gaes. Websitenya ini lengkap, ada jadwal keberangkatan dari setiap stasiun, reservasi tiket, dan informasi lainnya. Jadwal kereta ini berangkat setiap 30 menit sekali. Mantul kan. Dari BNI City itu paling pagi pukul 4.51 dan paling malam 21.51. Kalau dari Soetta, ya baca sendiri saja di websitenya :)

Tulisan di Stasiun

Sesampainya di stasiun, langsung terlihat papan-papan penunjuk yang sangat membantu bagi orang yang belum pernah. Pembelian tiket katanya berada di lantai 2. Pilihan naik bisa dengan eskalator atau lift. Pembelian tiket hanya melalui mesin tiket dan cashless! Sorry ya saya tidak foto. Begitu sampai lantai 2, langsung ada tulisan Ticketing (atau apa gitu lupa). Penampakannya mesin-mesin, pencet-pencet, pilih tujuannya mau ke mana, kemudian berapa tiket yang dipesan, terus disuruh deh masukkan kartu jika ada chipnya atau dengan swipe. Bisa dengan debit dan credit card. Proses cetak, selesai. Tidak sampai 5 menit untuk pembeliannya, tiket keluar. Pada mesin tertulis, pembelian tiket dapat dilakukan hingga 5 menit sebelum keberangkatan. Nah untuk yang sudah melakukan reservasi sebelumnya, mencetak tiketnya pada mesin yang sama. Ada pilihannya antara mau beli atau sudah booked sebelumnya...

Penampakan Tiket Railink

Stasiun Sudirman Baru ini besar juga ternyata. Basementnya itu merupakan rel keretanya, lantai 1 ada tempat untuk menunggu, beserta dengan cafe-cafenya. Sedangkan lantai 2 adalah ticketing, ada bagian informasi, dan juga masih ada calon-calon cafe yang belum buka. Terus di foto terlihat ada petunjuk ke atas lagi, yaitu lantai 3 yang merupakan ruang tunggu eksekutif. Terlihat makin besar karena kondisinya sepiiii..... Mungkin memang karena jadwalnya yang 30 menit sekali atau memang luas banget jadi kelihatan sepinya. Ada parkir mobil dan motornya juga. Desain interiornya juga sudah modern menurut saya, penerangannya sangat memadai, kinclong juga. Wah jujur saya norak. Mau foto-foto lebih banyak agak malu, karena saking sepinya terus kelihatan nanti baru pertama kali ke sini dan mencoba Railink huehehehe.

Lantai 2 Stasiun Sudirman Baru
Pintu Masuk Peron

Setelah membeli tiket, saya turun ke lantai 1, ada tempat duduk-duduknya. Baru duduk 5 menit, sudah ada panggilan untuk bersiap-siap ke peron karena kereta akan datang. Sekitar 10 atau 15 menit sebelum kereta datang, pengumumannya muncul. Pintu masuknya dibagi ada yang arah Manggarai, ada yang arah Soetta. Untuk masuk, kita harus scan barcode yang berada di tiket. Kemudian menunggu lift yang akan membawa kita turun ke peron. Mungkin itu maksudnya dipanggil 15 menit sebelumnya, karena liftnya berkapasitas sedikit jadi harus bergantian. Turun ke bawah, sampai di peron, dan tunggulah sampai kereta tersebut datang. Rasanya deg-degan :'D

Peron Railink
Petunjuk Jalur Kereta

Dari petunjuk jalur di atas, terlihat penghubung untuk ke terminal-terminal dari Stasiun Bandara adalah Kalayang atau Skytrain. Ih, makin excited dong saya pas saya bacanya (makin norak lebih tepatnya). Waktu tempuh 46 menit. Cepet yaa.. Kemudian sampailah kereta itu. Nah, perlu diperhatikan bahwa pada tiket tercetak juga nomor gerbong dan kursinya. Kebetulan saya cuma foto, tapi ga lihat pasti tuh tiketnya. Untung ya ketika masuk dalam kereta ada pengumuman harap menempati kursi yang tertera pada tiket. Untungnya lagi, saya diingatkannya oleh pengumuman mbak-mbak kereta, bukan karena diusir oleh pemilik kursi sesungguhnya :') Jadi, jangan teledor seperti saya ya gaes.. Masuk ke dalam gerbong, ih waww.. cool... Bersih dan dingin. Rasanya perjalanan 46 menit tuh kurang untuk tempat yang nyaman seperti ini, ya cocoknya 2 jam. Kursinya tidak cuma satu arah, kebetulan saya duduk menghadap arah ke depan ketika berangkat dari BNI City sampai Batu Ceper, sedangkan dari Batu Ceper sampai Soetta saya kebagian jalan mundur. Jadi jalurnya maju mundur... SERU BEUDH (oke lebay). Tiap gerbong kayaknya nih ada tema bank di Indonesia (alias iklan), sayang sekali bank tempat saya bekerja tidak ada :'))

Kondisi dalam Kereta Railink

Betul saja, perjalanan tidak sampai 1 jam, saya sudah sampai di Soetta. Stasiun di bandara ini juga masih kinclong. Lagi-lagi masih sepi. Tiket keretanya jangan sampai hilang karena dibutuhkan untuk gerbang keluar. Barcodenya harus discan lagi. Berhubung ini tiket kertas lemes, jadi harus hati-hati menyimpannya. Begitu di Stasiun Bandara Soetta ini, langsung tertera lagi petunjuk menuju Kalayang. Untuk menuju Kalayang jalannya termasuk tidak dekat. Eskalatornya juga tinggi. Begitu sampai, ada informasi perkiraan keretanya akan sampai berapa lama lagi. Jarak waktunya antar kereta untuk jalur yang sama sekitar 10-15 menit kalau saya tidak salah. Petugasnya juga selalu berteriak-teriak menginfokan ketika kereta untuk terminal berapanya datang. Informasi keberangkatan pesawat, baik jenis pesawat, tujuan, dan jamnya juga mulai dapat dilihat ketika keluar dari Railink. No need to worry about nyasar pokoknya sih menurut saya.

Menunggu Kalayang menuju Terminal 2 juga tidak terlalu lama. Kereta Kalayang sendiri tidak terlalu panjang dan kursi di dalamnya juga tidak terlalu banyak. Lebih banyak space untuk berdirinya. Saya pikir mah, agak lama gitu ya bisa menikmati kereta di atas, ternyata kedipan mata sudah langsung sampai di Terminal 2 Soetta. Secepat itu. Pemberhentian Kalayang di Terminal 2 ini tinggal turun ke bawah dengan eskalator, kemudian menyeberang saja. Sampailah. Kebetulan saya lupa sampai di dalam terminalnya jam berapa, sepertinya sih kurang dari pukul 20.00. Berarti total perjalanan dari Cipete menuju Soekarno Hatta sekitar 2 jam lebih sedikit dengan kereta bandara dan kecepatan jalan kaki saya yang santai. Not too bad, bukan?

Stasiun di CGK
Kalayang

Menurut saya Railink ini transportasi ke atau dari Soetta yang mengasyikan dan cukup hemat bagi anda yang bepergian sendiri atau berdua. Hemat jika sedang berada di jangkauan Sudirman, Manggarai, maupun Bekasi (sudah ada kan ya). Duri juga sih. Daripada menggunakan taksi atau misalnya lagi ga ada yang bisa mengantar anda kan, lebih baik menggunakan Railink ini. Harga tiket Railink Rp 70.000,-/orang. Dihitung-hitung berarti ongkos saya dari Cipete ke Bandara tidak sampai Rp 100.000,-. Beda jauh dengan menggunakan taksi. Ongkos naik taksi yang belum termasuk dengan biaya tol pasti tinggi, naik Railink lebih hemat dan bisa untuk jajan Beard Papa's di bandara. Jika spare waktu cukup lumayan juga (tapi ke bandara pasti harus memiliki perkiraan waktu pas sih), Railink pilihan yang menyenangkan. Damri tuh muter-muternya banyak dan macetnya sulit diprediksi juga. Tidak lebih hemat dari Damri, lebih hemat daripada taksi (jika tidak patungan berempat dalam 1 taksi), seharusnya lebih cepat juga mengingat jarak tempuh dan macetnya. Itu kesimpulan dari saya. Intinya apa? Intinya saya hanya mau sharing Indonesia sudah memiliki pilihan transportasi umum yang makin beragam dan semakin memudahkan. Untuk mengurangi volume kendaraan di jalan raya dan juga polusinya, bisa mencoba menggunakan kereta ini. Kalau memang mau hemat banget sila naik Damri. Kalau buru-buru dan jaraknya tidak terlalu jauh dari Soetta, ya bolehlah naik taksi. Pilihannya banyak kan? Selamat bepergian :)

When was the last time you did something for the first time? - NN