/ movie

Review Film Dunkirk, Perang A la Nolan

Christopher Nolan kembali menelurkan film baru yang trailernya sudah beredar sejak tahun 2016 lalu. Setelah Interstellar (2014) keluar dan membuat heboh para astronot dan ilmuwan, kemudian Nolan mengeluarkan film kesepuluhnya yang ia sendiri sutradarai berdasarkan dari kisah nyata dengan latar belakang World War II. Dunkirk. Berikut trailer terakhir dari Dunkirk :

Sampai tanggal 23 Juli 2017 ini film Dunkirk menghasilkan review yang meyakinkan. Rotten Tomatoes dan Metacritic mematok nilai di atas 90%, dengan kata lain kritikus banyak yang menyukainya. Dikatakan Dunkirk sebagai karya Nolan yang sukses. Mari saya bahas menurut pendapat saya. Tulisan saya di bawah ini mungkin mengandung spoiler, tapi sebenarnya tidak juga sih. Daripada menyesal baca karena tidak mau tahu ceritanya sebelum nonton bole baca yang lain, kalau sudah nonton film ini monggo lanjutin baca siapa tahu kita sependapat. ehe..

Menceritakan tentang usaha prajurit Inggris yang harus pulang (ditarik mundur paksa) dari medan perang melawan tentara Jerman dan juga diceritakan usaha bagaimana cara memulangkan 400.000 tentara yang berada di Dunkirk tersebut. Dalam film ini dibagi menjadi tiga sudut pandang, yaitu dari Udara (The Air), Laut (The Sea), dan Tanggul (The Mole), semuanya memiliki jangka waktu yang berbeda-beda.

Jangka waktu yang berbeda itu saling overlapping satu sama lain. Saat menonton itu harus waspada dan harus ngeh nyambungnya di sebelah mana ada hubungan tokoh yang di Tanggul, atau tokoh yang di laut, dan tokoh yang di udara. Karena setiap lokasi tersebut memiliki tokoh utama yang berperan. Tapi tokoh utama yang diceritakan di sini adalah Tommy, prajurit Inggris yang sudah muncul dari awal.

Segi cerita dan tembak-tembakannya, Dunkirk menyajikan hal yang berbeda dari film-film yang berlatar Perang Dunia jaman dulu. Mulai menit awal kita tidak disuguhkan para petinggi tentara yang galak yang ngoceh-ngoceh. Tanpa strategi, tanpa bicara, langsung digambarkan bagaimana Tommy berjuang untuk bisa cepat-cepat keluar dari Dunkirk. Mboh piye carane, aku kudu balek ning kampung ketemu mbo'e karo pa'e.. Diperlihatkan juga ribuan tentara yang mengantri, menunggu bala bantuan di pinggir pantai. Ini cerita di tanggul.

Selain usaha si Tommy untuk keluar dari Dunkirk, di tengah perjuangannya malah bertemu dengan salah satu mantan anggota boyband yang jadi tentara, diceritakan pula tentang bapak tua, orang sipil yang nekat membawa kapal pesiarnya untuk membawa balik prajurit-prajurit tersebut di Dunkirk. Sepanjang perjalanan terjadi peristiwa gontok-gontokan dengan orang menyebalkan di setiap filmnya Nolan. Ternyata ada alasan yang menyentuh jiwa kenapa bapak tua pemilik kapal pesiar itu nekat menyelamatkan prajurit yang ingin pulang di Dunkirk. Ini menceritakan bagian laut.

the sea

kapal pesiar penolong

Langsung ke bagian yang paling saya suka, yaitu bagian udara. Selain karena Tom Hardy sebagai pilot yang ganteng (walaupun mukanya ketutupan sepanjang film), sinematografi dan framing langit dan lautnya cantik banget. Kalau ingat di film Interstellar sering dikasih lihat dari sudut sempit badan pesawatnya kemudian di belakang ada pemandangan luas, demikian juga untuk Dunkirk ini kurang lebih sering ada pemandangan seperti di bawah. Tembak-tembakan Spitfire dengan pesawat musuh serasa ngegame, wondering itu kena atau gak tembakannya. Menonton di IMAX sudah pasti lebih berasa deg-degannya, karena layar IMAX benar-benar menampilkan penuh pemandangannya. Ditambah juga film ini pun direkam dengan kamera khusus untuk IMAX.

Interstellar roket di Interstellar dunkirk Pesawat Spitfire

Timeline yang overlapping dan beberapa kali flashback di Dunkirk ini tidak serumit seperti yang Nolan pernah bikin yaitu Memento yang bikin sakit kepala. Sederhana, tapi memang harus diperhatikan dan bisa bikin bilang : oh ini si ini tadi yang ada di situ.. atau sudah ekspektasi terjadi sesuatu ternyata..... Tidak perlu mengharapkan kesimpulan yang mencengangkan seperti di film The Prestige karena memang endingnya sesuai dengan kondisinya sebenarnya, bagaimana bala bantuan akhirnya datang. Tapi, saya tetap menikmatinya karena sepanjang film diarahkan dengan mulus. Terdapat emosi di setiap tindakan para tokoh ceritanya. Emosi bertahan hidup, emosi membantu orang, emosi egois, emosi kekalahan, well semuanya. Kalau masalah perjuangan perangnya, tetap lebih berasa berdarah-darahnya Andrew Garfield di Hacksaw Ridge atau Tom Hanks di Saving Private Ryan.

Paling istimewanya? Hans Zimmer. The ticking clock in almost every scene. Almost perfect. Kalau Oscar tahun 2018 gak menang di Original Best Score yasudah berarti pendapat tentang almost perfect saya kurang tepat. Nontonlah di IMAX, jika bisa, untuk merasakan sensasi menggelegarnya, tenang ini 2D jadi tidak perlu pakai kacamata. Sepuluh menit pertama saya kagetan terus denger suaranya backsound tembak-tembakan ditambah dengan scoringnya, sampai berasa kursinya goyang karena saya gerak (he he maapin). Dunkirk ini film minim dialog, sarat makna (kurang lebih haha). Scoring Hans Zimmer yang menggiring penonton Dunkirk ke arah ketegangan yang hqq. Ini yang favorit, judulnya Supermarine:

Kesimpulan: tonton saja untuk menilai sendiri filmnya. Kalau saya menikmatinya, tapi belum menggeser top 10(+1) movies saya yang pernah saya posting sebelumnya. Mungkin Dunkirk nomor 12. Padahal kritikus bilang lebih bagus ini daripada Inception. Semua tergantung selera. Untuk fans berat Nolan, sudah pasti harus nonton. Untuk penggemar film yang banyak bicara, kurang disarankan karena semua aktornya irit bicara. Mengharapkan banyak darah, sepertinya bakal kurang puas. Hanya saja, ada pengalaman tersendiri ketika menonton film ini. Pengalamannya apa? Silakan nikmati sendiri... :)) Mungkin setelah menonton ini jadi paham mengenai Battle of Dunkirk.

Untuk penggemar Harry Styles, wajib nonton, cuiii ganteng banget sih harus diakui bikin gagal fokus.. hahaha!

harry styles

Brigitta Yolanda P. P.

Brigitta Yolanda P. P.

Not so talkative, but I try to write all my talks. Need coffee everyday and crazy about 'senja'. -b.yolanda28@gmail.com-

Read More