/ life

Sit-In Class

Hmm, mulai dari mana ya tulisan ini? Haha jujur, berkali-kali ketik dan pencet backspace lagi. Akhirnya dimulai dengan kalimat-kalimat ini..

Sudah bekerja kemudian ada tuntutan, keinginan, dan pemikiran untuk menikah belajar lagi. Hidup itu memang digunakan untuk terus belajar, belajar, dan bermain. Nah berarti sudah menjadi sarjana dan punya pengalaman kerja, sekarang target selanjutnya adalah berkeluarga. Oke sorry, target selanjutnya adalah memiliki gelar master. Tuntutan awal sebenarnya dari my beloved father yang menginginkan his beloved daughter ini untuk bisa mendapatkan gelar baru juga. Tapi tidak cuma itu, saya pun juga ingin maju dan rindu untuk mendapatkan ilmu dan teori baru di dalam kelas. Oleh karena itu sejak awal tahun menargetkan diri bahwa tahun ini saya sudah dapat kepastian akan melanjutkan sekolah di mana.

Jurusan yang saya ambil sepertinya tidak menjadi M.Eng di bidang Geodesi. Saya sudah kadung terjun payung ke perbankan. Sehingga diputuskan mengambil Management. Terlalu banyak master management di Indonesia ini memang, tetapi asal serius ya berharapnya tidak pasaran sih (kok mulai galau).

Nah, sekarang saya sedang menimbang universitas dari sisi mata kuliah yang diajarkan, penjurusannya, dan biayanya. Kebetulan hari ini, 180217, saya mendapatkan kesempatan untuk ikut sit-in class di School of Business and Management ITB Jakarta. Thanks to @brigitaratri yang sudah mengajak saya. Lokasinya di sini nihh..

(yaampun nampilin peta di website, jadi inget skripsi haha!)

Apa itu sit-in class? Saya juga baru tau kalau ada program sit-in class ini. Jadi para "future students" diberi kesempatan untuk merasakan aktifitas kelas secara langsung di dalam kelas bersama dengan mahasiswa-mahasiswa asli dan dosen asli tentunya. Bukan artificial loh ya. Asli.
Saya dan teman saya mendapatkan kesempatan untuk masuk di dalam 1 sesi mata kuliah Business Economics di SBM ITB tersebut. Pemberitahuan awal kami akan merasakan dan melihat secara langsung proses belajar mengajar selama 45 menit.

Ternyata hari ini mahasiswanya sedang bertugas melakukan presentasi dari tugas untuk pembahasan seperti jurnal yang terdiri dari beberapa chapter. Saya sempat menikmati dua topik dari dua kelompok.
Topik pertama adalah Hubungan antara Unemployment dengan Inflasi. Topik Kedua.... hmmmm... lupa, something about Aggregate Finance atau Keynesian Theory kayaknya haha!
Proses belajar mengajarnya seru banget. Betul-betul diskusi dan pembahasan langsung dengan dosennya. Setelah presentasi, seperti biasa akan dibuka sesi tanya jawab dan hampir semua mahasiswa aktif untuk bertanya. Jarang saya temukan di kelas saat saya menempuh S1 sih.. hee

Saya tidak akan banyak membahas apa isi dari kedua topik itu sih, tapi ada satu pembahasan dari mahasiswanya untuk topik pertama yang menanyakan : orang-orang yang bekerja di bidang yang berbeda dengan kuliahnya, Sebagai contoh kuliah teknik tapi kerja di perbankan, akan mempengaruhi ekonomi negara atau tingkat penganggurannya tidak? Karena orang teknik itu akan mengambil lahan yang lulusan ekonomi..
Menohok sih...
jawaban dosennya kurang lebih ya itu berarti memang wrong investment bla bla.. ah maafkan pikirannya loncat-loncat tidak nyambung jadi tidak hapal.

Untuk topik kedua itu yang menarik adalah economic growth itu akan baik jika suatu negara banyak melakukan saving atau consumption? Karena kedua hal tersebut bertolak belakang. Termasuk di dalamnya ada pembahasan tentang sistem perbankan. Wah lumayan nyambung, dikit-dikit tapi.
Oh ya, saya bilang kami mendapatkan 45 menit percobaan di kelas kan, ternyata kami merasakan kelas selama 2,5 jam (dari jam 10.00-12.30) dan itu bener-bener tidak membosankan. Lapar sih, tapi tidak membosankan (atau karena cuma jadi pendengar ya).

Intinya sih, percobaan sit-in class ini cukup membuka mata hati dan mata batin. Minimal saya semakin semangat bersemedi untuk menentukan pilihan mau berlabuh ke universitas mana atau dengan cara apa saya mengambil gelar master. Oh ya saya sit-in class di kelas eksekutif untuk karyawan. Terlihat jenjang usianya dari yang berusia 26an - 50an tahun. Kemudian juga pertanyaan dan jawaban dosennya practical dari kondisi secara langsung. Tadi juga sempat dihampiri oleh dosennya langsung saat kami keluar kelas. Sempat diskusi sedikit dan dikasih nasihat untuk banyak-banyak memikirkan pertimbangan dulu sebelum memutuskan mau ambil universitas mana. Kesimpulannya, saya semakin galau sih.

Tapi banyak jalan menuju Roma atau bahkan New York sekaligus. Hmm, mencoba segala cara juga tidak ada salahnya kan. Mau mendaftar beasiswa juga tidak dilarang. Duh, bahkan mengetik ini saja isi kepala lagi berantem :))
Oh ya satu yang pasti, karena SBM ITB ini menggunakan 90% Bahasa Inggris, bahan kuliah, diskusi, tugas, tes menggunakan bahasa inggris semua, menyadarkan saya Inggris saya semakin payah karena tidak dilatih. Mau deh sekali-kali menulis blog ini dengan bahasa Inggris :))

Harapannya bulan Maret besok saya akan semakin dicerahkan dan semakin berani mengambil keputusan dan menentukan arah. Semoga juga bisa dapat info universitas mana lagi yang menawarkan program sit-in class ini. Jadi makin banyak pilihannya. Semoga kalian juga tidak galau ya.

Hal menarik, karena kebanyakan adalah statusnya masih pegawai oleh dosennya para mahasiswa diberi julukan "donkey", karena ya sebagai karyawan hanya disuruh kerja kerja oleh pemilik perusahaan. But although a donkey, we must be a happy donkey not miserable donkey. haha!

Fotonya dikit, karena malu-malu di kampus orang :))

PS: headernya itu hasil jepretan saya untuk temen-temen saya yang lulus pertama kali di Geodesi UGM hehe. udah banyak yang dapet master juga loh :')

Education is the most powerful weapon which you can use to change the world - Nelson Mandela

Brigitta Yolanda P. P.

Brigitta Yolanda P. P.

Not so talkative, but I try to write all my talks. Need coffee everyday and crazy about 'senja'. -b.yolanda28@gmail.com-

Read More