/ movie

The Oscars dan Film Oscar

"Did you watch The Oscars last night?"

Kurang lebih itu kalimat pembuka yang terdengar dari monolog-monolog presenter talkshow di luar negeri sana, khususnya Amerika. Dari yang saya tonton, ada 4 presenter yaitu Jimmy Kimmel (hostnya Oscar 2017), Jimmy Fallon (pesaing utama Kimmel), Stephen Colbert, dan James Corden membuka dengan kalimat yang bermaksud demikian pada acara mereka yang tayang sehari setelah Oscar 2017 berlangsung. Kalau mau cek monolognya search nama-nama mereka di YouTube langsung. wakakaka :D Ga usah bingunglah ya kenapa hosts itu pada heboh monolog-in Oscar 2017.

Tulisan ini mau ngomongin tentang favorit saya lagi. heheeh. Entah kenapa saya punya ketertarikan tersendiri dengan acara-acara awards ini ya, terutama untuk awards di dunia film. Kalau musik saya kurang mengikuti sebenarnya. Tapi kalau Oscar atau Academy Awards hampir setiap tahun saya pasti mengikutinya. Minimal nongkrongin twitter. Sejak film The Lord of The Rings pertama deh sepertinya saya jadi mengikuti awards ini, karena film TLOTR ini kan favorit saya jadi ketika menang award rasanya ikutan bahagia gitu.

Semakin dewasa (ceile dewasa..), saya semakin mengikuti film-film apa saja yang biasanya masuk Oscar. Kemudian saya pun coba menontonnya. Ternyata memang seru sih menonton film yang masuk kriteria Oscar itu. Ada di TOP 5 film saya yang menjadi nominator dan pemenang dalam penghargaan Oscar. Terutama TLOTR sapu bersih Oscar di tahuuuunnnn 2004 untuk 11 nominasinya (kalo ga salah, karena sedang malas untuk cross check, sorry wkwk).

Menonton film-film itu bagi saya sih bukan hanya hiburan, tapi bisa mendapatkan feel yang mengena saat menonton hingga film habis. Atau terkadang masih bikin otak muter-muter setelah nontonnya. Bahkan jika filmnya itu based on true story atau merupakan sebuah biografi bisa menambah informasi juga. Contoh Spotlight, film pemenang Oscar tahun 2016 yang menceritakan tentang terkuaknya kontroversi Gereja Katolik di Amerika yang menyangkut pastoral di Boston oleh kelompok jurnalis daerah setempat. Atau mungkin melihat ceritanya Stephen Hawking di The Theory of Everything yang dilakoni oleh si Bapak menggemaskan Eddie Redmayne dengan akting yang sungguh total. Atau memang hanya film fiksi seperti Birdman yang pengambilan gambarnya bikin saya saat menonton seperti kehabisan nafas, karena seperti one long shoot. Memuaskanlah hobi saya yang satu ini. hehehe. Tapi terkadang film-film Oscar jarang ada di bioskop Indonesia sih seinget saya. Dulu pas di Jogja sering copy film secara ilegal dari warnet. Damn, warnet Jogja bagus banget, trust me. Yahhhh hobi sih nonton begitu, tapi hobinya ilegal juga ya :))

Nah sayangnya untuk Oscar 2017 ini saya baru nonton 2 film. haha! La La Land dan Lion. Alasannya karena sayang kuota untuk download ilegal. Dua film tersebut ada di bioskop dan dua film itu yang sempat saya tonton. Ada Arrival dan Hacksaw Ridge tapi tidak sempat nonton. Kemarin pas ada kesalahan pembacaan pemenang Best Picture ya saya cuma senyum-senyum saja. Tapi membaca review dan komentar netizen Moonlight memang film yang paling oke di antara semuanya. Sampai saat ini sih saya baru sempat download Manchester by the Sea, si aktor pemenang Casey Affleck yang menangnya kontroversi juga karena dia adalah pelaku sexual harassment. Jadi banyak yang ga setuju juga, adik dari Batman menang Oscar. Saya penasaran aktingnya seperti apa. Mudah-mudahan sempat nonton juga dan mau download film lainnya deh ya..

Alasan lain saya sangat tertarik dengan acara penghargaan ini adalah bisa melihat aktris dan aktor totalitas dalam berpakaian. Untuk yang aktris bajunya bagus-bagus banget dan glamor dan very pwetty. Sedangkan untuk aktornya, udah ya ga usah dibilang lagi. Itu sih ya ih waw. Saya kasih contoh di bawah ini aktor-aktor menarik di beberapa award dari berbagai tahun yang menggunakan WHITE SUIT! Memorable look yang masih saya ingat sampai sekarang sih. hehehe.


oh ya, tahun 2017 ini fokus saya adalah Dev Patel, aktor di film Lion. Dulu main di Slumdog Millionaire. Beda deh mukanya

Academy Awards ini tuh memang seperti puncak dari segala puncak penghargaan di kalangan film. Makanya kesalahan di Oscar 2017 ini sepertinya akan terus dikenang. Bayangkan produser La La Land sudah kasih speech di panggung terus tetiba dicut, itu nontonnya antara kasihan dan awkward, ga tega. Jimmy Kimmel sebagai host kasih penjelasan di acaranya nih. Kocak bin syedih :))

Tapi yang paling menghibur dan tidak akan pernah basi adalah "permusuhan" antara Jimmy Kimmel dan Matt Damon. Sebenarnya baru tau kalau mereka "musuhan" karena nonton Oscar 2017 ini. And geez, permusuhan ini bener-bener becandaan yang lucu banget dan berlangsung sudah hampir 1 dekade (atau lebih ya).

Kemarin saya nonton full show Oscar di link ini.
Another suggestion, untuk cek review film kebanyakan orang menggunakan IMDB. Tapi kalau saya lebih percaya dengan rottentomatoes.com karena di RT itu review berasal dari kritikus film. Walaupun mungkin kritikus itu bayaran dari production house, tapi agak valid scorenya. Mungkin bisa juga cek metacritic untuk lihat review. Sedangkan IMDB itu orang-orang awam pun, bahkan yang belum nonton asal punya account di IMDB, bisa memberikan sumbangsih nilai dan review. Jadi nilainya kadang beda-beda begitu.... ;)

Brigitta Yolanda P. P.

Brigitta Yolanda P. P.

Not so talkative, but I try to write all my talks. Need coffee everyday and crazy about 'senja'. -b.yolanda28@gmail.com-

Read More