/ life

Wisata Kawasan Sentul, Jawa Barat

Lebaran 2017 kali ini lagi-lagi memang stay di Jakarta saja. Kurang kreatif sih memang, asalkan semua dinikmati toh tidak masalah. Mau mood baik atau jelek, semua itu harus dinikmati. Supaya kondisi lebih nikmat, ada baiknya dicari lokasi dekat untuk jalan-jalan. Kemudian saya memutuskan untuk pergi ke daerah yang tidak macet tapi bukan mall, bukan tempat makan, tidak perlu keluar jauh dari Jakarta, dan belum pernah saya kunjungi. Sentul, Bogor, Jawa Barat merupakan pilihannya.

Saya dan orangtua saya pergi pada hari Sabtu, 240617. Kebetulan saat hari tersebut, kondisi mood berantakan. Padahal katanya harus dinikmati saja kan, tapi tetep bawaannya pengen ngamuk. Maklum perempuan sebulan sekali (alasan). Saya bersama kedua orangtua saya membawa mobil menuju Sentul dan saya sudah set Google Maps saya menuju Hutan Pinus Gunung Pancar. Ini rutenya kalau dari arah rumah saya.

Keluar tolnya di Sentul Selatan, masuk ke Kawasan Sentul Nirwana. Nah tapi kesasar.

Pokoknya hari ini saya banyak salah. Biasanya ketika saya jadi navigator saya tidak pernah salah loh (cewe banget ya, ga mau ngaku salah). Info ya ketika masuk ke komplek Sentul Nirwana sinyalnya cukup susah, jadi itu si Google Maps suka telat. Kemudian pada akhirnya kami malah mengikuti arah tujuan ke tulisan Telaga Cikeas yang sungguh teramat failed karena sampai lokasi malah tutup. Besok-besok kalau kalian ke sini dan lihat ada tulisan Telaga Cikeas tidak disarankan untuk mampir karena sepertinya kurang menarik juga.

Air Terjun Bidadari

Oke kemudian kami membaca ada tulisan Air Terjun Bidadari. Saya coba search lokasi di Google Maps, duh tapi saya meragu. Kalau di Google Maps diplotnya dengan nama Sentul Paradise Park. Daahh namanya cakep ye kan. Tapi karena tetap meragu, kami akhirnya menggunakan GPS lainnya, Gunakan Penduduk Setempat. Kami tanyanya jadi Air Terjun Bidadari dong, bukannya Hutan Pinus. Because, si mamak pengen banget liat air terjun. Yaaa, bebas deh. Jalurnya melenceng dari Hutan Pinus, tapi tetap terabas. Banyak tanya sana-sini memang jalanannya masuk ke perkampungan orang dengan jalan yang kecil. Terus si babeh pun ikut meragu, ini bener ga jalannya karena menjauh bla bla... Ya..... benarr... itulah jawaban saya menanggapi keraguan ayah bawel kesayangan.

Kemudian setelah 30 menit perjalanan, kami sampai juga di gang menuju gerbang Air Terjun Bidadari. Baru sampai di gang, mobil didekati oleh anak muda yang bilang: "Seikhlasnya pak, buat masuk ke dalem." Karena kita ga tau kan (dan saya tidak google dulu info lokasi ini gimana), yaudah dikasih Rp 10rb. Terus masuk ke dalam, jalanan belum mulus dan masih lewat perkampungan juga. Ada orang lagi tangannya melambai-lambai, dan minta seikhlasnya lagi. Fix ini pungli. Wondering bidadarinya secantik apaan.

Akhirnya kami sampai di gerbangnya dan dikenakan biaya Rp 30rb/orang dan mobil dikenakan Rp 10ribu. ITU MAHAL PAK! Jadi satu mobil dan isi bertiga kena Rp 100 ribu. Belum kena pungli, pas mau keluar dari parkiran pun diminta uang lagi. Hahaha bete! Mahal kata penjaganya ada kolam renangnya. Hmmmmm okelah. Ketika sampai lokasi terlihat seharusnya tidak perlu dipatok dengan harga semahal itu karena tempat wisatanya tidak ada, kolam renangnya pun tidak bersih. Kalau mau contoh mungkin bisa dimanfaatkan seperti Kawasan Baturraden, Banyumas yang banyak permainannya. Untuk dinamakan Sentul Paradise Park, agak jauh dari kesan paradise-nya sih. Moodnya agak kacau, ambil foto dikit saja.

Air Terjun Bidadari

Di mana ya bidadarinya?

air terjun bidadari

ini dia bidadarinya dan pak bidadari :))

Etapi sepanjang jalan banyak ilalang. Akhirnya melipir dan ambil satu dua jepret. Berikut hasilnya. Ada yang difotoin mamak, biar punya foto ala-ala tapi agak failed :''D. Kondisi mood masih cukup uring-uringan.

ilalang 1

Mungkin lebih syahdu jika warnanya diedit dulu, foto mentah banget, tidak ada program edit di laptop -,-. Tapi ya mungkin hasil fotonya juga B aja kali yak


ini difotoin mamake, foto sebelah kanan yang mukaku terlihat itu belakangnya ada tumpukan sampah. ga keliatan sih, karena keinget jadi berasa gimana -__-. But hei, kece juga sih hehe

Makan Siang di Aston

Sentul Nirwana ini seperti proyek hampir gagal ya. Mungkin mau dikonsepkan seperti BSD atau Alam Sutera atau Gading Serpong di Tangerang. Kenyataannya sepi. Sudah dua kali muter-muter di komplek ini dan tetap sepi. Lokasi Sentul memang jauh dari Jakarta, sedangkan pasti kebanyakan orang ingin bekerja di Jakarta. Kemarin ke arah sini memang tidak macet, bayangkan jika hari kerja dan harus ngelaju setiap harinya. Gempor. Mau ke kota Bogor juga masih cukup kasih effort kan. Jadi ya Sentul ini serba tanggung, mau bikin kota mandiri tapi jauh dari mana-mana juga repot. Sepi inilah yang membuat sulit mencari makan. Kebanyakan ruko kalau tidak ada makanannya, ya tutup. Akhirnya lokasi jatuh ke Hotel Aston. Mevvah.

Jadi di kawasan ini ada dua hotel yaitu Neo+ dan Aston. Sudah mampir di Neo+, mamak maunya makan buffet. Tidak tersedia. Kami pun pindah ke Aston dan buffet pun tidak ada. Yasudah makan yang ada ya... Sempat foto lagi lah di hotelnya ini. ehe. Menurut Traveloka menginap di sini sekitar Rp 2juta... Ya standard, standard Aston.

Aston Sentul

Tapi ga keliatan gedungnya, ehe

Hutan Pinus Gunung Pancar

Akhirnya kami bertanya kepada orang lagi di manakah sebenarnya Hutan Pinus Gunung Pancar ini. Intinya bawa mobil mengarah ke JungleLand, kemudian belok kanan. Sudah hampir dekat belokannya, itu pun kami kebablasan dan harus putar balik. Sampai juga lah akhirnya kami di Kawasan Hutan Pinus, Gunung Pancar, Jawa Barat. Kami parkir, jalan-jalan keliling, dan foto-foto tetap menjadi kegiatan. Bayarnya Rp 7.500/orang. Untuk masuk mobilnya saya lupa sih. Tapi untuk parkir ada biaya lagi bayar ke anak-anak remaja yang sok ide ngejagain parkiran. Parkirnya Rp 10.000.

Kawasan ini cukup luas, banyak spot untuk camping. Banyak nyamuk, tentu saja. Kebetulan cuaca sedang sendu dan mendung jadi cahaya yang masuk ke di sela-sela pohon pinusnya semakin sedikit. Buah pinusnya pun tidak banyak yang jatuh ke tanah karena habis hujan. Kalau banyak kan bisa diambilin ya.. Spot foto di sini juga banyak yang kurang terawat dan ala kadarnya. Mau dibandingkan dengan Hutan Pinus di Imogiri, Yogyakarta sudah tentu lebih kreatif yang di Jogjah.. Hehehe, tapi lokasi ini sudah oke untuk sekedar hiking atau jalan-jalan kecil dan mengeluarkan sedikit keringat kok. Setidaknya bagi warga Jabodetabek bisa dijadikan tempat untuk melihat pemandangan selain gerai-gerai toko di mall.

pinus gunung pancar

Tips: Jangan terbawa mood jika ingin bepergian.

Ehe... Sekian.

Brigitta Yolanda P. P.

Brigitta Yolanda P. P.

Not so talkative, but I try to write all my talks. Need coffee everyday and crazy about 'senja'. -b.yolanda28@gmail.com-

Read More